LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jamuan nasi liwet 'temani' pertemuan Muhammadiyah dan NU

Jamuan nasi liwet 'temani' pertemuan Muhammadiyah dan NU. Makanan yang disajikan adalah khas nusantara dan timur tengah. Yaitu nasi liwet, dan nasi briyani yang telah di-Indonesiakan. Menurut Haedar nasi liwet menjadi bintang dalam jamuan makan itu.

2018-10-31 21:39:59
Muhammadiyah
Advertisement

Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bertemu dalam sebuah jamuan makan di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (31/10). Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan pertemuan itu merupakan kunjungan balasan PBNU yang lebih dulu disambangi pada Mei lalu.

"Alhamdulillah malam hari ini kami menerima kunjungan balasan PBNU dimana beberapa bulan lalu Mei kami silah ke PBNU. Ini acara silahturahmi yang penuh suasana keakraban," ujarnya saat konferensi pers.

Makanan yang disajikan adalah khas nusantara dan timur tengah. Yaitu nasi liwet, dan nasi briyani yang telah di-Indonesiakan. Menurut Haedar nasi liwet menjadi bintang dalam jamuan makan itu.

Advertisement

"Penggemarnya memang nasi liwet itu memang nusantara berkemajuan," kata Haedar.

Jamuan makan itu juga mendiskusikan beberapa hal seperti soal politik Pilpres dan Pemilu. Meski Haedar tak merinci apa yang dibicarakan. Selain itu, dibahas juga kerja sama antara dua organisasi Islam terbesar itu.

"Semangat kita maju bersama saling berbagi. Kami organisasi islam besar dan tua tentu kami ingin hadir menjadi umat yang tengahan tetapi maju berkeadaban," pungkas Haedar.

Advertisement

Hadir dalam pertemuan kurang lebih satu jam adalah Ketum PBNU Said Aqil, Waketum PBNU Maksum Mahfoed, Sekjen PBNU Helmy Faishal, Ketua PBNU Robikin Emhas dan Eman Suryaman, Wasekjen PBNU Ishfah Abidal Azie, Ketum PP GP Ansor Yaqut Qoumas dan Ketum PP PS Pagar Nusa Nabil Haroen.

Rombongan PBNU diterima Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekjen Abdul Mu'ti, beserta pengurus lainnya.

Baca juga:
Hindari diskriminasi, Muhammadiyah minta RUU Pesantren dikaji lebih lanjut
PBNU dan PP Muhammadiyah ajak rakyat tidak saling bermusuhan di tahun politik
Muhammadiyah minta kasus pembakaran bendera tulisan tauhid tidak diperbesar lagi
NU dan Muhammadiyah bakal halau pendirian khilafah di Indonesia
Usai bertemu, Muhammadiyah dan NU tegaskan netral di Pilpres 2019
NU dan Muhamadiyah serukan warganya tak ikutan aksi demo terkait pembakaran bendera

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.