LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

James Riady Sebut Para Pencari Suaka Mengharapkan Solusi Permanen

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pendidikan dan Kesehatan James Riady mengunjungi tempat pengungsian pencari suaka di Jalan Bedugul, kompleks Daan Mogot Baru Kalideres, Jakarta Barat. Dia menyebut para pengungsi saat ini membutuhkan pendidikan dan kesehatan yang memadai.

2019-07-21 12:12:13
Pencari suaka
Advertisement

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pendidikan dan Kesehatan James Riady mengunjungi tempat pengungsian pencari suaka di Jalan Bedugul, kompleks Daan Mogot Baru Kalideres, Jakarta Barat. Dia menyebut para pengungsi saat ini membutuhkan pendidikan dan kesehatan yang memadai.

"Setengah dari para pengungsi ini adalah anak-anak, yang selama ini kurang pendidikan formal dan nonformal. Setiap bulan, setiap tahun mereka tidak dapat pendidikan, itu auto missing generation (generasi yang hilang). Fasilitas kesehatan juga tidak memadai. Memang ada puskesmas, 20 menit dari sini, tetapi pakai uang. Pada akhirnya, mereka mengharapkan solusi yang permanen" ujar James, Sabtu kemarin.

Dalam kunjungannya, James meninjau fasilitas tempat penampungan seperti musala, MCK, air bersih dan fasilitas tenda pengungsi serta pelayanan kesehatan dari Pemerintah Kota Jakarta Barat.

Advertisement

Setelah berkeliling dan berbicara dengan beberapa pengungsi, James menyebut para imigran mengungsi meninggalkan negara mereka karena masalah keamanan, seperti perang, konflik etnis dan juga agama.

"Mereka mengharapkan suatu hari ke depan lebih baik. PBB ada program menyalurkan pengungsi ke beberapa negara yang menandatangani dan menyetujui resmi terbuka bahwa mereka menerima pengungsi, dan karena itulah mereka juga berani keluar uang buat keluar dari negaranya," jelasnya.

Pendiri dan Ketua Pembina Universitas Pelita Harapan itu menuturkan, banyak dari mereka bukan kriminal seperti anggapan sejumlah orang. Bahkan di antaranya terdapat pengungsi yang cukup terpelajar, dan juga ada orang-orang yang kompeten di bidangnya.

Advertisement

Namun sayangnya, proses negara yang sepakat dan menandatangani konferensi itu secara administratif berjalan lamban. Sementara Indonesia jadi tempat penampungan yang dianggap aman, walau kesiapannya belum matang.

"Tadi kita mendengar, mereka sangat mengapresiasi upaya pemerintah DKI yang diberikan. Mereka dulu hanya tidur di jalanan, sekarang sudah ada tempat meski memang tempatnya sangat kecil. Tempatnya bisa muat hanya 50-100 orang, tetapi ini menampung 1.400 orang. Dari sisi tempat kita apresiasi. Namun seperti toilet kurang, airnya kurang," ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat juga dapat memberikan uluran tangan untuk membantu dan menunjukan respons positif. "Bagaimana peran kita sebagai orang Indonesia. Suatu hari pasti mereka nanti akan ke mana-mana, 14.000 orang (pengungsi) yang telah diberikan kasih sayang, nanti bisa menjadi duta Indonesia yang baik juga," jelasnya.

Baca juga:
DPRD Sebut Pencari Suaka Bukan Tanggung Jawab Pemprov DKI
Badan PBB Puji Cara Indonesia Tangani Pengungsi Internasional
UNHCR Apresiasi Upaya Indonesia Tangani Pencari Suaka di Kalideres
Pemprov DKI Akan Perpanjang Izin Tinggal Pencari Suaka di Kalideres
UNHCR Tidak Bisa Pastikan Kapan Pencari Suaka di Jakarta Pulang
Keceriaan Anak-Anak Pencari Suaka Bermain Bola

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.