LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jalur Malang-Surabaya sempat ditutup akibat banjir bandang Pasuruan

Jalur lalu lintas yang menghubungkan Malang-Surabaya sempat ditutup total akibat banjir bandang. Banjir bandang terjadi di perbatasan antara Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan sekitar pukul 16.30 WIB.

2017-01-05 21:17:35
Banjir Bandang
Advertisement

Jalur lalu lintas yang menghubungkan Malang-Surabaya sempat ditutup total akibat banjir bandang. Banjir bandang terjadi di perbatasan antara Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan sekitar pukul 16.30 WIB.

Dua jalur baik yang menuju ke Malang maupun Surabaya macet akibat luapan air sungai Sarak di samping jalan. Arus air deras naik ke permukaan jalan hingga ketinggian kurang lebih 60-70 cm.

Banjir bandang disebabkan oleh banjir kiriman di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang mengalir deras ke arah utara (Surabaya).

Advertisement

"Saya dari Pandaan terjebak macet sekitar 2 jam. Biasanya sampai rumah pukul 18.00 WIB, sekarang pukul 20.15 WIB," kata Prasetya Eka, seorang karyawan pabrik di Pandaan, Kamis (5/1).

Arus ke Surabaya kondisinya lebih parah karena sungai berada di kiri jalan. Kendaraan tidak berani melalui derasnya air, khawatir ikut terbawa arus. "Lampu di sekitar TKP juga dipadamkan," katanya.

Advertisement

Kondisi serupa juga diungkapkan oleh Mohammad Nabit yang mengaku terjebak banjir sekitar dua jam. Sekitar pukul 19.45 WIB, jalanan sudah mulai lancar.

"Begitu dapat kabar ada banjir, saya sengaja pulang agak malam. Kondisinya sudah lancar, tetapi lampu mati," tegas Nabith yang bekerja di Pandaan.

Muhammad Syukur, warga Lamongan yang hendak pulang dari Malang, tertahan di sekitar lokasi selama 1,5 jam. Bus yang ditumpanginya terjebak kemacetan dan terpaksa harus menunggu air surut.

"Separator di tengah jalan sengaja dihancurkan agar air juga bisa menyeberang ke timur," kata Syukur.

Perkembangan terakhir, air sudah kembali surut dan arus lalu lintas berlahan-lahan mulai lancar kembali. Sementara belum ada laporan adanya korban jiwa ataupun kerugian harta benda.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.