Jalin silaturahmi, Jokowi adakan pertemuan tertutup dengan ulama
KH Yusuf Chudlori, salah satu ulama yang hadir disela-sela acara kepada awak media menyatakan forum pertemuan tertutup antara ulama dan Presiden Jokowi adalah salah satu upaya dalam rangka menjalin silaturahmi antara pimpinan negara dan ulama.
Presiden Joko Widodo Sabtu (17/6) petang tadi menggelar pertemuan dengan para tokoh agama atau ulama Jawa Tengah. Pertemuan itu dilakukan di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Pertemuan digelar secara tertutup di Ruang White House, Rumah Makan Mak Engking, Ungaran. Rumah makan tersebut merupakan rumah makan milik keluarga besar pengusaha jamu nasional PT. Sido Muncul.
Saat bertemu dengan para ulama, Jokowi mengenakan pakaian khasnya dengan kemeja putih dan celana hitam. Dia juga tak lupa mengenakan sepatu sneaker warna abu-abu.
Dari pantauan merdeka.com, Jokowi tiba di Rumah Makan Mak Engking Ungaran sekira pukul 17.15 WIB dan disambut perwakilan keluarga dari Sido Muncul dan Bupati Semarang Mundjirin.
Hadir dalam acara tersebut sebanyak 20 ulama dan tokoh agama Islam di seluruh Jawa Tengah untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi.
Usai datang, Jokowi menyalami para ulama satu persatu yang lebih dulu datang dan sudah menunggu. Lalu dia duduk di salah satu kursi di deretan paling depan.
Usai adzan maghrib, Jokowi beserta para ulama berbuka puasa dan mendirikan salat maghrib berjamaah atau bersama-sama.
KH Yusuf Chudlori, salah satu ulama yang hadir disela-sela acara kepada awak media menyatakan forum pertemuan tertutup antara ulama dan Presiden Jokowi adalah salah satu upaya dalam rangka menjalin silaturahmi antara pimpinan negara dan ulama.
"Pak Jokowi merasa penting untuk menyambung silaturahim dengan para kyai-kyai," ungkap Gus Yusuf panggilan akrab kyai muda ini.
Gus Yusuf yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini mengungkapkan, pesan khusus yang disampaikan oleh Jokowi saat bertemu dengan ulama adalah menitipkan warga masyarakat supaya menjaga persatuan dan kesatuan. Termasuk menjaga keutuhan NKRI tercinta ini.
"Beliau banyak menitipkan tentang persatuan dan kesatuan. Tentang menjaga keutuhan NKRI karena memang kyai-kyai itulah yang setiap hari menemani masyarakat," bebernya.
Gus Yusuf menambahkan, beliau juga meminta di doakan para ulama semoga diberikan kemudahan, keselamatan dan kelancaran dalam memimpin negara.
"Juga tentu mohon doanya," pungkasnya.
Baca juga:
Jokowi soal presidential threshold: Masak kembali ke nol gitu loh
Jokowi: Kalau tak diingatkan kita sering lupa Indonesia beragam
Partai pendukung Jokowi terbelah di revisi UU Pemilu
Jalin silaturahmi, Jokowi adakan pertemuan tertutup dengan ulama
Bertemu Jokowi, ulama se-Jateng minta full day school dicabut