Jalan Tertutup Longsor, Distribusi Bantuan di Bogor Tersendat
Kepala Desa Harkat Jaya, Muhammad Soleh menjelaskan, di desanya ada 11 rumah tertimbun longsor di Kampung Sinar Harapan RT 02-03 RW 07. Dia mengungkap, ada 7 korban akibat longsor di desa ini, 4 di antaranya telah ditemukan meninggal dan 3 lainnya belum ditemukan.
Distribusi logistik menjadi masalah dalam penanganan pasca bencana alam di Kabupaten Bogor. Pasalnya, banyak wilayah terisolir lantaran jalan menuju lokasi tertutup material tanah longsor.
Seperti di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Satu-satunya akses jalan untuk menuju lokasi pengungsian warga korban terdampak tertimbun longsoran tanah pada dua titik.
Pengungsi mulai kehabisan bahan makanan sejak mengungsi ke SDN Sukajaya 03 sejak Rabu (1/1) pagi. Untuk memasak pun, mereka kehabisan bahan bakar. Air bersih tidak ada karena listrik terputus sehingga tidak mengisi air di penampungan.
"Iya mau masak kompornya ada, tapi gasnya enggak ada. Bahan makannya juga enggak ada. Kita juga perlu perlengkapan bayi, karena banyak banget anak-anak," kata salah satu pengungsi, Acep, Kamis (2/1).
Sementara, Kepala Desa Harkat Jaya, Muhammad Soleh menjelaskan, di desanya ada 11 rumah tertimbun longsor di Kampung Sinar Harapan RT 02-03 RW 07. Dia mengungkap, ada 7 korban akibat longsor di desa ini, 4 di antaranya telah ditemukan meninggal dan 3 lainnya belum ditemukan.
"Kami masih lakukan pencarian. Saya juga nggak tahu persis ada berapa orang yang tertimbun longsor di rumah itu. Mudah-mudahan sih nggak ada korban lagi," ujarnya.
Sedangkan, Camat Sukajaya, Hidayat Saputradinata menyebut, dari 8 desa terdampak di Kecamatan Sukajaya, 3 desa lain belum melaporkan data korban bencana karena keterbatasan akses dan sinyal seluler.
"Desa Cileuksa, Desa Kiarasari dan Desa Cisarua belum ada laporan. Karena akses ke sana putus dan signal hp juga nggak ada," jelasnya.
Hingga Kamis (2/1), Pemerintah Kabupaten Bogor telah menerima 58 laporan bencana tersebar di 15 kecamatan.
"Di Sukajaya ini paling berat. Karena sudah memutus akses jalan. Sehingga logistik tidak bisa masuk," kata Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan.
(mdk/fik)