Jalan rusak bertahun-tahun di Bulaksari Cilacap ganggu akses warga
Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap menimbulkan kerusakan di sejumlah ruas jalan, utamanya beberapa jalan desa. Lubang jalan mirip kubangan kerbau, bertebaran memprihatinkan di sepanjang jalan grujugan Dusun Jakatawa, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.
Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap menimbulkan kerusakan di sejumlah ruas jalan, utamanya beberapa jalan desa. Lubang jalan mirip kubangan kerbau, bertebaran memprihatinkan di sepanjang jalan grujugan Dusun Jakatawa, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.
Padahal jalan ini merupakan akses satu-satunya bagi warga di dusun Bendagede, dusun Binangun, dusun Jakatawa menuju ke Kecamatan Bantarsari ataupun ke Kecamatan Gandrung.
Dari informasi warga kepada merdeka.com, kerusakan ruas jalan tersebut sudah terjadi sejak akhir tahun 2015 silam. Ini tak tertangani di sepanjang tahun 2016 dan justru semakin bertambah parah.
Akhir-akhir ini, usai turun hujan deras, jalan berlubang tersebut digenangi air bercampur lumpur sehingga mirip kubangan kerbau dan bahkan genangan air bisa setinggi lutut kaki orang dewasa. Lebar jalan tersebut, yang kurang lebih hanya 2 meter, kondisi aspalnya telah terkikis sehingga menyulitkan pengendara motor melintas.
"Mau enggak mau, harus menunggu motor di depan dulu. Harus ekstra hati-hati karena licin. Kita juga gak bisa lihat, di mana lubangnya, karena tertutup air bercampur lumpur," terang Soim warga Dusun Bendagede, yang sehari-hari melintasi jalan tersebut untuk pergi ke sawah, Kamis (2/2).
Soim juga menyatakan jalan tersebut adalah akses satu-satunya menuju Bantarsari. Mau tak mau, karena kondisi jalan rusak parah maka untuk ke Bantarsari harus memutar melewati Kecamatan Kawunganten atau melewati Desa Medeng. Selain itu yang memprihatinkan, jalan tersebut tiap hari dilalui para siswa juga guru yang letak sekolahnya di sisi barat.
Bulaksari seperti SMA 1 Bantarsari atau sejumlah sekolah di sisi timur atau di desa Binangun. "Kalau memutar jarak tempuhnya lebih jauh, kurang lebih 20 menitan. Kasihan anak-anak sekolah juga guru yang tiap pagi harus lewat grujugan. Pernah ada kejadian, perawat Puskesmas jatuh di grujugan karena terpeleset lumpur. Tiap tahun saat musim hujan, selalu rusak," imbuhnya.
Dikhawatirkan jika dilakukan pembiaran tanpa perbaikan, jalan bukan mempermudah warga tetapi sebaliknya justru mencelakakan warga. "Harus hati-hati karena licin. Apalagi kalau hujan gak bisa lihat di mana lubangnya, karena tertutup air bercampur lumpur," terang Sumiati warga Dusun Bendagede, Kamis (2/2).
Warga sekitar merasa prihatin karena ini jalan satu-satunya ke Puskesmas Bantarsari. Apalagi bagi ibu-ibu hamil yang akan memeriksakan kesehatan dan melahirkan. Sumiati juga bercerita, untuk berbelanja ke pasar Bantarsari semisal karena kondisi jalan yang rusak parah, maka terpaksa memutar melewati Kecamatan Kawunganten atau bahkan melewati Desa Medeng.
"Gak bisa bayangin susahnya kalau ibu hamil lewat jalan ini. Sudah ada satu tahun rusak begini, gak ada perbaikan sama sekali," imbuhnya.