LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jalan ditutup, warga ancam demo hotel termegah di Puncak Bogor

Mereka akan aksi jika keluhan warga yang sudah disampaikan ke pihak hotel serta aparatur desa jika tidak digubris.

2014-12-16 19:55:00
jalur puncak
Advertisement

Warga Kampung Bojong Kaum dan Gandamanah, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor mengeluhkan keberadaan Hotel Seruni yang merupakan penginapan termegah di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor. Hal ini karena pihak pengembang hotel yang semula hanya memiliki beberapa bangunan saja, kini telah berkembang menjadi ratusan kamar dan kondisinya mengancam akses jalan warga.

Mereka akan aksi, jika keluhan warga yang sudah disampaikan ke pihak manajemen hotel serta aparatur desa jika tidak digubris. Hingga saat ini keluhan masyarakat terkait arogansi pemilik Hotel Seruni yang menutup jalan menuju pemukiman penduduk belum juga dipenuhi.

"Kita sudah kesal, dan habis kesabaran. Ya kalau tidak juga dipenuhi oleh Seruni, warga siap untuk demo," tegas Tokoh Masyarakat Kampung Bojong Kaum, Desa Tugu Selatan, H Badrodin, Selasa (16/12).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihak warga sudah sampaikan bukti sertifikat yang menyatakan bahwa itu adalah jalan desa. "Sebanyak 200 warga juga sudah tanda tangan," terangnya.

Menurutnya, karena jalan ditutup, masyarakat kampung Bojong Kaum dan Gandamanah terpaksa harus memutar. Akibatnya perjalanan menjadi lebih jauh dan lebih merepotkan. "Sebelum ditutup, paling cuma 10 menit, sekarang jadi 30 menit kita nyampe rumah," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tugu Selatan, H Afif Lukman saat dimintai tanggapannya membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima surat protes warga. "Kita sudah melakukan pendekatan ke manajemen Hotel Seruni dengan melayangkan surat panggilan untuk melakukan mediasi, beberapa hari lalu ada dari manajemen hotel yang datang, ya mudah-mudahan saja permasalahan ini cepat terselesaikan dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Operating Manager Hotel Seruni Benny Simbolon mengatakan pihaknya belum bisa memenuhi tuntutan warga yang menginginkan adanya surat pernyataan dari pemilik hotel. "Kalau untuk membuka penutupan jalan saja, pemilik sudah ok, tapi kalau untuk membuat surat pernyataan, menurut pemilik, belum bisa, karena status tanah tersebut kan milik Hotel Seruni," katanya.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.