Jalan amblas & longsor hambat pengiriman bantuan ke Palu dan Donggala
Saat ini, pengiriman bantuan bisa dilakukan melalui jalur udara melalui Bandara Mutiara Sis Al Jufri.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kendala pengiriman bantuan logistik ke korban terdampak gempa di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pengiriman bantuan terhambat dikarenakan akses jalur darat sulit dijangkau.
Akibat gempa berskala 7,7 SR yang mengguncang Donggala, jalan-jalan kota retak dan amblas.
"Ini kebutuhan mendesak tetapi kita mengalami kendala karena akses sulit dijangkau. jalan amblas, retak-retak dan longsor menutup jalan," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (29/9).
Saat ini, pengiriman bantuan bisa dilakukan melalui jalur udara melalui Bandara Mutiara Sis Al Jufri.
"Bandara Palu untuk akses emergency bisa dilakukan. Akan tetapi, penerbangan sipil tanggal 4 Oktober baru bisa difungsikan," ujarnya.
Sutopo menuturkan seluruh potensi nasional saat ini sedang bergerak menyalurkan bantuan untuk para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
"Bantuan dari pemerintah baik dari pemda-pemda, NGO, ormas termasuk dari masyarakat pasti bantuan terus mengalir untuk Palu dan Donggala," tandas Sutopo.
Baca juga:
Penampakan Kota Palu usai disapu tsunami
Meski bisa beroperasi, Bandara Mutiara Sis Al Jufri diutamakan untuk bantuan
Kemenhub kirim bantuan untuk korban gempa Palu & Donggala lewat jalur laut
Presiden Jokowi buat grup whatsapp penanganan gempa dan tsunami Sulteng
BNPB sebut tsunami setinggi 6 meter sempat terjang Palu