Jaga situs sejarah, Gubernur Aceh alihkan proyek IPAL
Berdasarkan informasi dari masyarakat, di sekitar lokasi pembangunan saat ini juga masih terdapat banyak kuburan lainnya. Maka dari itu, Irwandi meminta pihak dinas terkait untuk melakukan penelitian dan mencarinya.
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyebutkan pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh merupakan kecelakaan sejarah yang tak disengaja.
Gampong Pande merupakan jejak sejarah peradaban masuknya Islam di Nusantara ini. Di lokasi tersebut ada banyak situs sejarah, seperti makam kuno bahkan dua tahun lalu pernah heboh karena warga menemukan koin emas kerajaan masa lampau.
"Pembangunan yang telah berlangsung itu merupakan kecelakaan sejarah yang tidak disengaja, karena tidak ada seorang pun yang tau bahwa ada kuburan di tempat tersebut," kata Irwandi Yusuf saat melakukan sidak ke lokasi proyek tersebut, Sabtu (11/11).
Untuk melindungi situs sejarah yang ada di Gampong Pande, dia meminta agar pembangunan dihentikan dan dipindahkan ke lokasi lain. Alasannya karena telah ditemukan makam raja dan cagar budaya lainnya.
"Cari tempat lain biar enggak mengganggu. Dan makam yang telah dipindahkan untuk dikembalikan pada tempat semula," tegasnya.
Irwandi mengungkapkan, berdasarkan keterangan warga sebelum ditimbun ini rawa-rawa bakau dan tidak ada yang mengetahui ada kuburan kuno. "Kapan ketahuan? Ketika digali dan ditimbun untuk proyek IPAL," ujarnya.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, di sekitar lokasi pembangunan saat ini juga masih terdapat banyak kuburan lainnya. Maka dari itu, Irwandi meminta pihak dinas terkait untuk melakukan penelitian dan mencarinya.
Sementara itu, untuk infrastruktur yang sudah dibangun kata Irwandi, akan dialihfungsikan baik itu sebagai situs ataupun wisata sejarah.(mdk/fik)