Jadi masalah, syuting Love in Paris di RS Harapan Kita distop
Tampak lima orang kru memasukkan peralatan syuting seperti lighting, kabel-kabel, tripod ke dalam sebuah truk box.
Seusai ramai pemberitaan meninggalnya Ayu Tria (7), pasien leukemia di RS Anak Bunda Harapan Kita pada Kamis (27/12) dini hari, Screenplay Productions, rumah produksi yang menghasilkan sinetron Love In Paris tampak merapikan perlengkapan peralatan syuting.
Di samping RSAB Harapan Kita, sekitar pukul 17.00 WIB, tampak lima orang kru memasukkan peralatan syuting seperti lighting, kabel-kabel, tripod ke dalam sebuah truk box. Di sisi samping box tertulis Screenplay Productions dan logo rumah produksi tersebut.
Saat ditanyakan, kru rumah produksi yang memasukkan peralatan tersebut tidak ada yang berbicara. Mereka hanya diam. Malah ada salah satu kru yang melarang wartawan mengambil gambar mereka.
"Mau ngapain mas? Gak boleh moto-moto," ujarnya dengan nada suara keras, Kamis (27/12).
Bahkan kru yang berbadan tegap itu memerintahkan wartawan untuk menghapus foto-foto yang sudah diambil.
"Hapus ga foto-fotonya. Ngapain ngambil-ngambil foto!" katanya.
Diberitakan sebelumnya, proses syuting Love In Paris yang ditayangkan di SCTV, yang lokasi syuting berdekatan dengan ruang ICU Wijaya Kusuma sempat dikeluhkan oleh orang tua Ayu Tria, Kurniayanto yang menyesalkan pihak penyelenggara syuting yang tidak melihat situasi dan kondisi di rumah sakit. Ruangan ICU yang seharusnya steril dan nyaman itu, malah dipadati oleh kru syuting sinetron kejar tayang itu.(mdk/lia)