Jadi korban cairan kimia, kamerawan Jak TV divisum
"Saya berharap wartawan lain yang menjadi korban cairan kimia itu juga melapor," ujar Ananto kepada wartawan.
Berbekal surat pengantar dari Polda Metro Jaya, kamerawan Jak TV Ananto Handoyo langsung menuju ke RS Jakarta. Ananto yang ditemani dua rekannya akan melakukan visum karena jadi korban cairan kimia.
"Kita mau visum ke RS Jakarta, ini berdasarkan surat pengantar dari Polda Metro Jaya," ujar Ananto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/4).
Ananto adalah satu dari sembilan wartawan yang terkena cairan kimia saat meliput demo di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3). Dengan laporan ini, Ananto berharap kepolisian lebih mudah mengungkap kasus tersebut.
"Saya berharap wartawan lain yang menjadi korban cairan kimia itu juga melapor," terangnya.
Menurut Ananto, saat itu dirinya sedang melakukan pengambilan gambar di dalam area gedung DPR. Demonstran yang terdiri dari mahasiswa, buruh dan LSS berada di luar gerbang, sedangkan dia berada di dalam gerbang bersama aparat kepolisian.
"Tiba ada air kena muka dan kepala, tadinya saya kira air. Tapi lama-lama panas lalu melepuh," terang Ananto.
Cairan itu menurut Ananto seperti air. Akibat cairan kimia itu, kepala, wajah sebelah kiri mulai dahi, pipi hingga dagu, telinga dan lehernya juga melepuh.
"Tapi saya tidak tahu itu cairan datangnya dari arah mana. Saat itu kondisinya gelap," terangnya.(mdk/hhw)