LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jadi kernet, bocah 12 tahun disodomi sopir di dalam bus kota

Sambil mengancam, pelaku menyodomi korban dengan buas di dalam bus kota yang sudah dikunci pintunya.

2015-05-15 17:26:03
Pelecehan seksual
Advertisement

Malang dialami bocah berinisial RD (12) setelah menjadi korban sodomi oleh seorang sopir bus kota berinisial KB (25). Tragisnya, perbuatan itu terjadi di dalam bus kota saat korban menjadi kernet.

Didampingi orangtuanya, bocah yang tinggal di Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, itu melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Kepada petugas, bocah putus sekolah itu mengaku kejadiannya berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman Palembang pada awal Mei 2015 lalu.

Sebelumnya, dia mengajukan diri untuk menjadi kernet terlapor karena tidak ada pekerjaan. Korban pun diterima.

Advertisement

Setelah capek mencari penumpang keliling kota, mereka berhenti di sebuah tempat. Saat istirahat, korban disuruh masuk ke dalam bus. Korban curiga karena pelaku mengunci pintu bus dari dalam.

Kecurigaannya memang benar-benar terjadi. Sebab, pelaku mengacungkan senjata tajam ke arahnya sambil menyuruh melepaskan celananya. Sambil mengancam, pelaku menyodomi korban dengan buas.

"Dia (pelaku) lepasin celana saya sambil pegang pisau. Dia mau membunuh kalo saya teriak," ungkap RD saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (15/5).

Advertisement

Sejak kejadian, korban enggan lagi menjadi anak buah korban. Karena tak kuat menanggung beban, akhirnya korban mengadu ke orangtuanya. Mereka pun memutuskan memperkarakan kasus ini secara hukum.

"Saya jadi takut lihat dia (korban)," kata dia.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi mengungkapkan, pihaknya akan memanggil terlapor untuk diperiksa. Jika tidak memenuhi panggilan, polisi akan menjemput secara paksa di rumahnya.

"Sambil menunggu itu, korban kita arahkan dilakukan visum untuk memperkuat laporan," pungkasnya.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.