Jack Lapian Cabut Laporan terhadap Anies Baswedan Soal Istilah Pribumi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan kepada Bareskrim Polri terkait penggunaan istilah Pribumi. Pelapor, Jack Boyd Lapian akhirnya mencabut laporan tersebut dengan alasan demi kerukunan umat beragama khususnya di Jakarta, dan persatuan Indonesia. Jack Lapian mencabut laporan hari Senin (20/1).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan kepada Bareskrim Polri terkait penggunaan istilah Pribumi. Pelapor, Jack Boyd Lapian akhirnya mencabut laporan tersebut dengan alasan demi kerukunan umat beragama khususnya di Jakarta, dan persatuan Indonesia. Jack Lapian mencabut laporan hari Senin (20/1).
"Semoga kerukunan umat beragama dan toleransi lebih dikedepankan walau berbeda suku, agama, ras dan antargolongan," ucap Jack Lapian kepada wartawan, Selasa (21/1).
Menurutnya, dalam Pancasila sudah tidak lagi melihat asal usul seseorang. Dia berharap segala sesuatunya untuk mengedepankan komunikasi, tabayyun atau klarifikasi demi keutuhan NKRI.
"Karena di Pancasila kita sudah tidak lagi melihat siapa kamu, apa agamamu, kastamu, rasmu dan seterusnya. Karena kita semua adalah Warga Negara Indonesia," terangnya.
Sebelumnya, Jack Lapian melaporkan perkara tersebut pada tanggal 17 Oktober 2017. Anies Baswedan dilaporkan karena dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Huruf B ke-1 dan 2 dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan nomor Laporan Polisi LP/1072/X/2017/Bareskrim.
Hal ini terkait pidato perdana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies kala itu pidato dengan membawa-bawa kata 'pribumi'.
Dalam klarifikasinya, menjelaskan bahwa konteks pidatonya tersebut pada era penjajahan. "Karena saya menulisnya pada era penjajahan dulu karena Jakarta kota yang paling merasakan, kalau kota-kota lain itu enggak merasakan Belanda secara dekat," kata Anies, Selasa (17/10/2017).
Menurut Anies, dia hanya menuliskan pidato yang mencerminkan Kota Jakarta saat dijajah Belanda. Karena wilayah-wilayah lain di Indonesia tidak merasakan dijajah Belanda secara langsung.
"Pokoknya itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda karena itu memang kalimatnya di situ," jelasnya.
Baca juga:
VIDEO: Nurmansjah Lubis Pede Bisa Jadi Pendamping Anies Baswedan
PDIP Yakin Nurmasyah Lubis dan Riza Patria Calon Terbaik untuk Cawagub Anies
DPRD DKI Panggil Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Soal Revitalisasi Monas
Pesan Anies Baswedan untuk Dua Calon Wakil Gubernur DKI
Gerindra-PKS Serahkan Dua Nama Cawagub DKI ke Anies