Jabar waspadai virus flu burung dari China
Unit respons cepat sudah disiapkan oleh Dinas Peternakan Jawa Barat.
Provinsi Jawa Barat mewaspadai virus flu burung baru yang mewabah di China (H7N9). Meski belum terdeteksi, namun Dinas Peternakan Jabar sudah mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus tersebut.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Koesmayadi Tatang Padmadinata mengatakan peternakan di Jabar khususnya di bidang unggas, masih aman. Belum terdeteksi virus yang sudah menelan korban di China.
"Virus di China itu sejauh ini belum ada (di Jawa Barat). Tapi kalau tidak ada bukan berarti kita diam," kata Koesmayadi, di Bandung, Jumat (12/4).
Langkah antisipasi sudah dilakukan. "Dalam pancaroba itu selalu ada migrasi burung dari utara ke selatan, dari daerah dingin ke daerah hangat," katanya. Dipastikan kondisi kesehatan ternak pasti turun sehingga perlu diantisipasi.
Unit respons cepat (URC) salah satunya untuk melakukan langkah antisipasi. URC ini adalah petugas-petugas Disnak Jabar untuk menyelidiki kemungkinan ada ancaman penyakit dari unggas. Petugas ini melakukan antisipasi dengan cara pengawasan di pintu masuk atau lalulintas hewan unggas dengan mengetatkan keamanan.
"Jadi saat terdeteksi akan dilaporkan untuk kemudian ditindaklanjuti," ujarnya.
Jadi dia menilai meski Jawa Barat belum terdeteksi namun antisipasi tetap haru dilakukan. Sebab virus baru ini dikhawatirkan hasil mutasi dari virus lama, misalnya flu burung H5N1.
"Kita tetap waspada, meski aman, karena cuaca juga memang tidak bagus sekarang ini, seperti pancaroba sekarang ini," ujarnya.(mdk/bal)