LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sebelum tertangkap KPK, pejabat Bakamla izin hadiri pemakaman

Pejabat Bakamla yang ditangkap KPK adalah Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama yakni Eko Susilo Hadi. Pagi tadi seharusnya semua staf berkumpul dalam rangka persiapan menyambut hari ulang tahun Bakamla ke-44. Tetapi Eko memohon izin tak hadir dengan alasan ada keluarga yang meninggal.

2016-12-14 20:37:52
Operasi Tangkap Tangan KPK
Advertisement

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI AL Arie Soedewo membenarkan operasi tangkap tangan oleh KPK kepada Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama yakni Eko Susilo Hadi.

Arie mendapat kabar anak buahnya dicocok KPK sekitar pukul 15.00 WIB. Dia mengatakan, pagi tadi seharusnya semua staf berkumpul dalam rangka persiapan menyambut hari ulang tahun Bakamla ke-44. Tetapi Eko memohon izin tak hadir dengan alasan ada keluarga yang meninggal.

"Tadi pagi dia enggak hadir karena kemarin katanya ada saudara meninggal, katanya mau ikut prosesi pemakanam," ucap Arie saat ditemui di Gedung Pola, Jalan Proklamasi No, 56, Jakarta Pusat, Rabu (14/12).

Advertisement

Hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari KPK terkait kasus yang menjerat anak buahnya itu. Dia menduga kasus yang menjerat Eko saat dia menjabat Plt Sestama yang memegang kuasa pengguna anggaran.

Sebab, ada 3 proyek senilai Rp 1,5 triliun yang menjadi tanggung jawabnya saat menjadi Plt Sekertaris Utama (Sestama) beberapa waktu lalu. Proyeknya tersebut antara lain pengadaan bad bone (kabel fiber optik), satmon (satelit monitor) dan longrange camera (teropong jarak jauh).

"Yang bersangkutan beberapa waktu lalu juga menjabat sebagai Plt Setama, saat itu sebagai kuasa pengguna anggaran. Sedangkan saya sendiri adalah pengguna anggaran. Ketika perencanaan ada di bawah dan kemudian diolah anggaran pengadaan Rp 1,5 triliun tapi dipotong oleh negara jadi yang cair hanya Rp 400 miliar," jelas Arie.

Advertisement

Arie juga menambahkan proyek pengadaan tersebut saat ini sedang berjalan dan akan selesai pada akhir Desember 2016. "Jadi anggaran itu digunakan untuk membangun itu tadi bulan desember ini harus sudah selesai karena sudah mulai berjalan dari oktober," sambung Arie.

Baca juga:
KPK tangkap tangan anggota Bakorkamla

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.