ITB punya kampus baru di Jatinangor
Dengan keberadaan kampus baru di kawasan Timur Bandung itu menurutnya akan mengurangi beban kampus ITB yang makin sesak.
Institut Teknologi Bandung (ITB) patut berbangga. Kini bekas sekolah Bapak Proklamator Soekarno ada di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Peresmian langsung dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh yang ditandai penandatangan prasasti.
Penandatanganan juga dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan Rektor ITB Akhmaloka Misana di Auditorium ITB Jatinangor, Jumat (26/7).
Menurut Akhmaloka, pembangunan kampus ITB Jatinangor dilatarbelakangi makin terbatasnya Kampus ITB yang ada di Jalan Ganeca, Bandung.
Kampus yang dikelilingi Hutan Kota itu sudah tak dapat menampung peminat yang dari tahun ke tahunnya terus meningkat."Saat ini jumlah mahasiswanya mencapai 20 ribu, 1.200 dosen, dan 1.800 tenaga pendukung. Perbandingannya, dalam satu hektar di kampus Bandung ada sekitar 1.000 orang," terang Akhmaloka, Jumat (26/7).
Dengan keberadaan kampus baru di kawasan Timur Bandung itu menurutnya akan mengurangi beban kampus ITB yang sangat sesak. "Semoga kampus ini bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa yang hendak masuk ITB," paparnya.
Di kampus yang berada di atas lahan 47 hektare ini, kata dia akan menampung 7.500 mahasiswa, 500 di antaranya program S2 dan S3. Program pendidikan yang disuguhkan berupa kebutuhan pembangunan, terutama ditekankan kepada pengembangan prodi, laboratorium lapangan, dan ilmu yang terkait life sciences meliputi teknologi hayati, ekonomi, sains, seni dan teknologi yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Dia mengaku pembangunan Kampus ITB Jatinangor berasal dari berbagai sumber. Sedangkan untuk lahan Pemprov Jabar memberikan hibah, dibekas lahan kampus Unwim tersebut.
Pemprov Jabar juga turut mengucurkan APBD-nya sejak 2010 hingga 2012 sebesar Rp 50 sampai Rp 60 Miliar. Untuk pembangunan Laboratorium Cyber Security pihaknya berkerja sama dengan lembaga penelitian Korea Selatan. "ITB sendiri mengeluarkan dana sekitar Rp 75 Miliar," ucapnya.
Sementara itu M Nuh menyambut baik pembangunan kampus yang bersebelahan dengan STPDN itu. Dia menilai kawasan Jatinangor memang ideal dijadikan pusat pendidikan di Jabar. "Tentu ini sangat baik, artinya akan lebih banyak lagi lulusan ITB ini," katanya.
Dia berharap ITB sebagai kampus teknik pertama di Indonesia bukan semata meningkatkan kuantitas, melainkan kualitas. Terlebih sarjana teknik saat ini sangat dibutuhkan. "Ayo ITB tunjukan kualitasnya kembali," imbuh Mendikbud dengan semangat.(mdk/hhw)