Isu Lapangan Kerja dan Korupsi Jadi Perhatian Milenial di Tahun Politik
Menurut survei Center for Political Communication Studies (CPCS), isu ekonomi seperti lapangan kerja dan isu politik yaitu korupsi menjadi kepedulian milenial. Resolusi milenial di tahun politik ini didominasi isu lapangan kerja sebesar 24,1 persen dan isu korupsi 13,2 persen.
Suara milenial di Pilpres 2019 dinilai menjadi incaran dua kubu Capres Jokowi dan Capres Prabowo Subianto. Bukan tanpa sebab, menurut KPU, pemilih usia 21 sampai 30 tahun mencapai 42,8 juta di DPT Pemilu 2019.
Menurut survei Center for Political Communication Studies (CPCS), isu ekonomi seperti lapangan kerja dan isu politik yaitu korupsi menjadi kepedulian milenial. Resolusi milenial di tahun politik ini didominasi isu lapangan kerja sebesar 24,1 persen dan isu korupsi 13,2 persen.
"Resolusi selanjutnya adalah harapan Indonesia jadi negara maju (11,5 persen), lingkungan hidup (8,3 persen), kualitas pendidikan (5,4 persen), layanan kesehatan (3,8 persen), perumahan (2,1 persen), dan lainnya (16,2 persen)," ungkap Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta dalam siaran pers, Senin (28/1). Sementara 15,4 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi janji menciptakan 10 juta lapangan kerja. Sebaliknya, kubu penantang Prabowo-Sandi tahun ini pun melontarkan janji serupa yaitu penciptaan lapangan kerja dan menurunkan harga kebutuhan pokok.
"Pilpres kali ini jadi semacam rematch tidak hanya dari sisi kandidat tetapi juga janji politik," tutur Okta.
Saat ini generasi milenial mencakup mereka yang masih menempuh pendidikan tinggi hingga dunia kerja. Lapangan kerja, menurut Okta, adalah harapan dan pengalaman keseharian milenial. Alih-alih fokus pada satu pekerjaan tetap, milenial lebih menginginkan fleksibilitas dan menyukai sektor ekonomi kreatif dibanding bidang-bidang industri lama seperti migas.
Sementara itu, isu korupsi adalah isu politik yang paling dipedulikan, di tengah pandangan bahwa milenial cenderung apolitis.
"Pernyataan Prabowo dalam debat capres bahwa korupsi kecil itu tidak apa-apa bisa menjadi backfire, bisa kehilangan dukungan milenial," kata Okta.
Sebaliknya, kubu petahana pun ditagih komitmennya untuk prioritas memberantas korupsi.
"Dalam debat capres, Jokowi menuding Gerindra banyak menampung calon anggota legislatif mantan terpidana korupsi," lanjut Okta.
Tidak hanya Gerindra, caleg-caleg eks-koruptor diketahui ada di hampir semua partai politik, baik di kubu petahana maupun oposisi. Tiga parpol yang bersih dari caleg koruptor adalah PKB, PPP, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Baca juga:
Metode Komunikasi Jokowi Dinilai Lebih Disukai Milenial
Imam Besar Istiqlal Resmikan Lembaga Survei Nasaruddin Umar Office
Tanggapi Survei Indikator, PKS Jamin Kader Solid Dukung Prabowo-Sandi
Indikator: PDIP 21,6%, Gerindra 12,2%, Golkar 10,7%, Swing Voters 16,5%
Ketika Warga Dunia Makin Kecewa dengan Pemerintah dan Kepercayaan Publik Kian Merosot
Mengapa Hasil Survei Jokowi vs Prabowo Subianto Berbeda-beda?
PKS: Rakyat Bisa Nilai 4 Tahun Jokowi Gagal Wujudkan Janji