LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Istri Tosan tanggung biaya perawatan suaminya seorang diri

Belum ada perwakilan dari Pemerintah Daerah setempat yang menjenguk Tosan.

2015-09-30 04:11:00
Salim Kancil - Tosan
Advertisement

Sebanyak 22 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan sadis atas Salim Kancil dan Tosan, warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Namun istri Tosan, Ati Hariati merasa pasrah dengan penetapan tersebut.

Ati hanya berharap suaminya yang tengah terkapar tak berdaya di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang dapat segera sembuh.

"Yang penting suami saya segera sembuh, tidak memikirkan itu. Saya tidak tahu. Biar lah polisi yang mengurusnya," ujar Ati Hariati saat ditemui merdeka.com di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Selasa (29/9).

Kini, Ati setia mendampingi Tosan yang tengah dirawat secara intensif usai menjalani operasi di bagian lambungnya. Sayangnya, hingga saat ini belum ada perwakilan dari Pemerintah Daerah setempat yang menjenguk suaminya, bahkan, Ati harus menanggung biaya perawatan rumah sakit seorang diri.

"Tidak ada (Bupati dan pejabat) yang datang," katanya.

Ati juga mengaku diminta dokter agar tidak banyak menerima tamu yang membesuk. Karena akan mengganggu suaminya yang masih harus beristirahat. Hari sebelumnya, secara bergantian masih diperkenankan masuk secara bergantian, tetapi sekarang lebih selektif.

"Jika tidak kenal, memang tidak boleh masuk. Hari ini tidak boleh jenguk, tidak boleh menemui kecuali yang dikenal," katanya.

Seperti diketahui, Tosan pada 26 September dijemput oleh sekitar 30 orang pro penambangan pasir. Tosan ditinggalkan tergeletak tidak berdaya di tanah lapang dalam kondisi penuh luka.

Usai menganiaya Tosan, gerombolan preman tersebut kemudian mendatangi rumah Salim alias Kancil, yang berada sekitar dua kilometer dari balai desa setempat.

Tubuh Salim diikat dan diseret menuju balai desa dengan disaksikan warga setempat. Di balai desa, Salim disiksa, disetrum listrik, bahkan digergaji. Salim meregang nyawa di kuburan setelah dihantam batu di kepalanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan sudah melakukan olah tempat kejadian Perkara (TKP) dan sudah memeriksa para saksi. Ada 22 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Argo akan mengusut tuntas kasus pembantaian tersebut. "Ke depan akan mendalami sampai tuntas," ujarnya.(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.