Istana Tak Inisiasi Wacana Tambah Masa Jabatan Presiden
Moeldoko menyebut usulan penambahan masa jabatan presiden bisa datang dari mana saja. Bisa dari partai politik maupun publik.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan Istana tidak menginisiasi usulan penambahan masa jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode.
"Sama sekali tidak ada inisiasi dari Istana tentang wacana itu. Jadi kalau komentar, apa yang dikomentari?" katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/11).
Dia menyebut usulan penambahan masa jabatan presiden bisa datang dari mana saja. Bisa dari partai politik maupun publik.
"Bisa dari siapa saja, yang jelas pemerintah tidak ada inisiasi untuk itu. Kalau dari parpol, siapapun, akademisi, silakan berkembang," ujarnya.
Jokowi Tidak Berpikir Penambahan Masa Jabatan
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo sama sekali tidak berpikir untuk menambah masa jabatan presiden.
"Sampai hari ini presiden sama sekali tidak berpikir itu dan ini juga kalau dibiarkan menjadi kontra produktif," kata Pramono di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/11).
Pramono menyebut, Jokowi merupakan Presiden yang dipilih rakyat setelah reformasi. Karena itu, dia yakin Jokowi tetap mempertahankan UUD 1945 hasil amandemen pertama yang menjelaskan tentang masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden lima tahun.
"Beliau akan taat dan patuh kepada apa yang sudah ada. Bahkan partai-partai pun termasuk partai besar mereka beranggapan bahwa gagasan ini terlalu mengada-ada," ucap Pramono.
(mdk/fik)