LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Istana minta DPR segera pilih calon komisioner KPU dan Bawaslu

Istana minta DPR segera pilih calon komisioner KPU dan Bawaslu. , Pramono optimis DPR dapat melakukan hal itu sebelum tanggal 12 April. Namun, pemerintah juga telah mempersiapkan langkah apabila DPR molor, yaitu dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait penambahan masa jabatan Komisioner KPU dan Bawaslu.

2017-03-22 22:53:34
KPU
Advertisement

Sekretaris Kabinet Pramono Anung berharap DPR segera melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang telah diserahkan oleh Presiden Joko Widodo. DPR diminta mempercepat proses pemilihan sebelum masa jabatan komisioner KPU dan Bawaslu habis pada 12 April mendatang.

"Ya tadi Mendagri juga sudah sampaikan bahwa harapannya tentunya untuk pembahasan Bawaslu dan KPU bisa diselesaikan sebelum tanggal 12 (April)," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/3).

Meski demikian, Pramono optimis DPR dapat melakukan hal itu sebelum tanggal 12 April. Namun, pemerintah juga telah mempersiapkan langkah apabila DPR molor, yaitu dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait penambahan masa jabatan Komisioner KPU dan Bawaslu.

"Memperpanjang jabatan satu bulan ataukah dengan cara lain. Tetapi sekali lagi pemerintah optimis bahwa ini diselesaikan tanggal 12 April," katanya.

Pemerintah dan DPR, lanjut Pramono, terus melakukan lobi-lobi agar Komisioner KPU dan Bawaslu dapat dipilih oleh DPR sebelum tenggat waktu.

Tim Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyerahkan nama-nama calon pimpinan KPU dan Bawaslu ke Presiden Joko Widodo pada (1/2).

Ketua Timsel KPU dan Bawaslu, Saldi Isra menjelaskan nama yang diserahkan ke Presiden Jokowi tersebut terdiri dari 14 calon pimpinan KPU dan 10 nama calon untuk pimpinan Bawaslu.

Dari 14 nama calon pimpinan KPU nantinya akan disaring oleh DPR menjadi 7 calon komisioner periode 2017-2022. Sementara, untuk pimpinan Bawaslu akan dipilih menjadi 5 calon komisioner.

Berikut 14 nama calon pimpinan KPU;

1 Amus Atkana asal Papua Barat
2. I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi asal Bali
3. Ilham Saputra asal Aceh
4. Evi Novida Ginting Manik asal Sumatera Utara
5. Ferry Kurnia Rizkiansyah asal Jakarta
6. Ida Budhiati asal Jawa Tengah
7. Wahyu Setiawan asal Jawa Tengah
8. Sri Budi Ekowardani asal Banten
9. Pramono Ubaid Thantowi asal Banten
10. Yessi Y Momongan asal Sulawesi Utara
11. Hasyim Asy'ari asal Jawa Tengah
12. Arief Budiman asal Jakarta
13. Viryan asal Kalimantan Barat
14. Sigit Pamungkas asal DI Yogyakarta

Berikut 10 nama calon pimpinan Bawaslu;

1. Ratna Dewi Petalolo asal Sulawesi Tengah
2. Mohammad Najib asal DI Yogyakarta
3. Abhan asal Jawa Tengah
4. Sri Wahyu Araningsih asal Jawa Tengah
5. Fritz Edward Siregar asal Jakarta
6. Syafrida Rachmawati Rasahan asal Sumatera Utara
7. Mochammad Afifudin asal Banten
8. Herwyn Jefler Hielsa Malonda asal Sulawesi Utara
9. Abdullah asal Jawa Barat
10. Rahmat Bagja asal Jakarta

Baca juga:
Masa tugas habis 12 April, Bawaslu dan KPU baru belum diseleksi DPR
Pekan depan, DPR susun jadwal uji kelayakan calon komisioner KPU
Pilgub DKI, Anies minta KPU cek data pemilih baru sebelum tambah TPS
Cegah kecurangan Pemilu, Fahri setuju anggota KPU dari unsur parpol
Beda sama Fahri Hamzah, Fadli Zon tak setuju anggota KPU dari parpol

Advertisement
(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.