Istana Evaluasi Pengerahan Aparat di Desa Wadas
Dia menuturkan kejadian tersebut perlu dilihat secara lebih jernih, sehingga tidak bias dari kondisi yang sesungguhnya.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko akan mengevaluasi terkait pengerahan ratusan anggota Polri dan TNI di Desa Wadas, Purworejo. Untuk diketahui kejadian tersebut berujung dengan penangkapan sejumlah warga.
"Semua akan dievaluasi," kata Moeldoko dalam pesan singkat, Rabu (9/2).
Dia menuturkan kejadian tersebut perlu dilihat secara lebih jernih, sehingga tidak bias dari kondisi yang sesungguhnya.
"Semua perlu dilihat secara jernih, agar tidak bias. Pembangunan pastinya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan itu tujuan akhir," bebernya.
Kronologi Versi LBH
Menurut Direktur LBH Yogyakarta Yogi Zul Fadhli, sejumlah intimidasi dialami warga Desa Wadas terkait dengan rencana pengukuran tanah. Dia merinci upaya-upaya intimidasi terhadap warga Desa Wadas yang menolak pengukuran tanah dan menolak pertambangan andesit. Intimidasi ini diawali sejak Senin (7/2) kemarin.
Ribuan aparat kepolisian mencoba kembali memasuki Desa Wadas. Diawali dengan baris berbaris di Purworejo, mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto yang berlokasi di belakang Polsek Bener.
"Malam harinya, terjadi pemadaman listrik di Desa Wadas. Sementara desa-desa lainnya tetap menyala," tutur Yogi.
(mdk/ded)