Irshad Manji, ditolak di Solo, dirangkul di Yogya
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Laskar Umat Islam menolak kehadiran Irshad Manji di Solo.
Meski dicaci dan dinista, pemikir Islam nyeleneh, Irshad Manji, tetap nekat melanjutkan bedah buku keduanya berjudul Allah, Liberty, and Love. Menurut Lukman Hakim dari penerbit Renebooks, lesbian 44 tahun ini besok dijadwalkan mengisi acara di Universitas Gadjah Mada.
"Hari ini kami terbang ke Yogya, besok pagi ada acara di UGM," kata Lukman saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya, Selasa (8/5). Dia menambahkan perempuan kelahiran Uganda itu akan bertolak dari Jakarta dua hari lagi.
Sejatinya, kata Lukman, Manji dijadwalkan menjadi pembicara dalam bedah bukunya di Kota Solo. Namun rencana itu dibatalkan. "Kami ditolak oleh Laskar Umat Islam," ujar Lukman.
Demi alasan keamanan, Lukman menolak memberi tahu di mana Manji menginap. Namun selama di Jakarta, dia bermalam di Hotel Ritz Carlton.
Nama Manji melejit setelah Front Pembela Islam akhir pekan lalu membubarkan diskusi bukunya di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Empat tahun lalu, pengarang buku sekaligus dosen di Universitas New York ini tidak terdengar gaungnya saat mempromosikan buku pertmananya berjudul Beriman Tanpa Rasa Takut.
Lantaran pemikirannya yang bertentangan dengan syariat Islam, Manji kerap menerima ancaman pembunuhan. Ia juga sudah sering dicap kafir.(mdk/fas)