Irshad Manji: Diskusi saya dilarang Rektor UGM
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Rektor UGM melarang diskusi karena harus menjaga kebaikan bersama. Menurut Manji, ini argumen khas untuk melarang hak.
Diskusi Irshad Manji di Universitas Gadjah Mada (UGM) pagi ini dibatalkan karena tekanan ormas tertentu. Feminis itu mengatakan, Rektor UGM-lah yang langsung melarangnya berdiskusi tentang 'Agama, Kebebasan dan Keberanian Moral'.
Lewat akun Twitter-nya, Irshad Manji mengatakan Rektor UGM melarang diskusi karena harus menjaga kebaikan bersama (common good). Menurut dia, alasan itu bisa diartikan untuk menjaga ketertiban (keep order).
"Argumen khas yang digunakan untuk melarang hak," sindir Irshad Manji, Rabu (9/5).
Meski dilarang, Irshad Manji berkukuh akan berbicara kepada mahasiswa yang tetap ingin mendengarkannya.
"Mereka dapat menggunakan momen ini untuk membiarkan rektor tahu bahwa kebebasan berbicara penting untuk mereka," ujar perempuan yang mengaku sebagai lesbian ini.
Sebelumnya, Direktur Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS), Zainal Abidin Bagir, juga menyayangkan pelarangan tersebut. CRCS adalah program pascasarjana UGM, penyelenggara diskusi tersebut.
"Terlalu cepat tunduk pada ancaman berarti hidup dalam dan menghidupi atmosfer kekerasan itu. Apakah kita (UGM) sudah hidup dan bernafas dari menghirup udara di atmosfer itu?" ujar Zainal dalam situs resmi CRCS.
Sebelumnya, informasi soal diskusi Irshad Manji ini sudah tersebar luas di kalangan mahasiswa di kampus biru tersebut. Diskusi bertema 'Agama, Kebebasan dan Keberanian Moral' itu rencananya digelar di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, pukul 08.30 WIB tadi pagi.
Sebelumnya, diskusi dengan pembicara Irshad Manji juga batal digelar karena ditolak oleh Laskar Umat Islam. Diskusi buku Irshad Manji di Teater Salihara, Jakarta Selatan, Jumat malam lalu, juga dibubarkan oleh Front Pembela Islam.(mdk/ren)