LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

IPW: Tidak biasanya KPK berani kepada Polri

"Sikap ewuh pakewuh KPK ini karena 110 penyidik KPK adalah para perwira Polri," kata Neta.

2012-07-31 09:55:31
Cicak Buaya II
Advertisement

Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan simulator untuk surat izin mengemudi (SIM). Langkah KPK tersebut dinilai paling berani sepanjang sejarah KPK.

"Ini adalah fenomena baru, tidak biasanya KPK seberani itu, sejak berdirinya KPK 10 tahun lalu, baru kali ini KPK berani menyentuh Polri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, Selasa (31/7).

Selama ini KPK selalu sungkan dalam mengusut dugaan korupsi yang melibatkan polisi. Tetapi kali ini, KPK bersikap jantan dan berani.

"Sikap ewuh pakewuh KPK ini karena 110 penyidik KPK adalah para perwira Polri. Dengan adanya gebrakan baru ini kami berharap KPK konsisten," harap Neta.

Neta juga berharap, KPK tidak terjebak perang bintang dalam pengusutan kasus ini. Apalagi, dalam waktu dekat ada pergantian Kapolri. "Jika terjadi korupsi KPK harus mengusut tuntas kasusnya, sehingga tidak ada kesan KPK hanya diperalat untuk menjatuhkan citra perwira tinggi tertentu dalam persaingan calon Kapolri pasca Timur Pradopo," ujar dia.

Dalam kasus simulator SIM ini, KPK sudah menetapkan satu tersangka yaitu Inspektur Jenderal DS. Diduga, DS adalah Djoko Susilo, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri.(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.