LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

IPW: Para Teroris Mau Tunjukan Lemahnya Keamanan Mabes Polri era Kapolri Sigit

"Para teroris ingin menunjukkan ke publik bahwa inilah pertama kali dalam sejarah bahwa Mabes Polri bisa diserang teroris dari dalam. Di saat Polri sedang sibuk melakukan penggerebekan ke sarang teroris di berbagai tempat justru markas besarnya malah kebobolan dari dalam," ujarnya.

2021-04-01 19:48:23
Mabes Polri Diserang Teroris
Advertisement

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai kalau serangan yang dilancarkan ZA (25) pada Markas Besar (Mabes) Polri pada Rabu (31/3) kemarin, tunjukan pengamanan yang diterapkan Mabes Polri sangat lemah pada era Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

"Para teroris ingin menunjukkan betapa lemahnya sistem keamanan Mabes Polri di era Kapolri Sigit," kata Neta dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Selain itu tunjukan kelemahan pengamanan, Neta juga menilai para teroris ini ingin mencatatkan serangan langsung ke Mabes Polri kali ini menjadi pertama kali dalam sejarah serangan di Indonesia.

Advertisement

"Para teroris ingin menunjukkan ke publik bahwa inilah pertama kali dalam sejarah bahwa Mabes Polri bisa diserang teroris dari dalam. Di saat Polri sedang sibuk melakukan penggerebekan ke sarang teroris di berbagai tempat justru markas besarnya malah kebobolan dari dalam," ujarnya.

Atas hal itu, Neta memandang kalau rentetan serangan teror yang di Makassar maupun Mabes Polri adalah peringatan perlu disikapi dengan langkah antisipasi akan adanya serangan lanjutan yang mungkin lebih besar.

"IPW menilai, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri masih dalam tingkatan peringatan atau ujicoba bahwa akan ada serangan besar yang akan dilakukan bos teroris," sebutnya.

Advertisement

"Untuk itu Polri harus segera mencari dan menangkap bos teroris itu. Sebab bagaimana pun, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri ada pihak yang mengendalikan dan tidak mungkin pelaku bekerja sendiri," sambungnya.

Selebihnya, dia mengimbau agar pihak kepolisian segera menangkap otak dari pelaku aksi teror ini. Termasuk mengevaluasi senjata yang digunakan sampai cara pelaku bisa masuk dan ke halaman Mabes Polri dengan melewati sejumlah penjagaan.

"Melihat mulusnya strategi serangan di Mabes Polri ini bukan mustahil kelompok teror ini sedang menyiapkan serangan baru yang lebih besar. Inilah yang perlu diantisipasi semua pihak agar rencana serangan itu bisa dipatahkan," ujarnya.

Sebelumnya dalam waktu sepekan sudah terjadi aksi teror yakni aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3). Sementara aksi penyerangan ZA ke Mabes Polri hanya berselang sekitar tiga hari, pada Rabu (31/3) kemarin.

Sementara terkait aksi ZA, dirinya langsung tewas di tempat usai timah panas polisi dilayangkan kepadanya. Jenazah pelaku pun telah menjalani proses autopsi di RS Polri Kramat Jati dan untuk saat ini Jenazah telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon pada Kamis (1/4) dini hari.

Baca juga:
BIN: Menurut Teroris Waktu Tepat Amaliyah saat Jelang Ramadan, Targetnya Kafir
Mabes Polri Perketat Pemeriksaan Tamu Buntut Penyerangan Teroris
Senjata Dipakai ZA Jenis Airgun Kaliber 4,5 Milimeter, Asal Usul Diselidiki Polisi
Panglima TNI Minta Prajurit Bantu Polisi Amankan Objek Vital Usai Teror Mabes Polri
Kutuk Aksi Terorisme, Ridwan Kamil Minta Masyarakat Waspada

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.