LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Investor Swedia tertarik kembangkan sampah Payakumbuh jadi energi

Investor asal Swedia mengaku tertarik mengembangkan potensi sampah di Kota Payakumbuh menjadi sumber energi baru.

2016-11-28 16:04:00
Payakumbuh
Advertisement

Investor asal Swedia mengaku tertarik mengembangkan potensi sampah di Kota Payakumbuh menjadi sumber energi baru. Hal ini diketahui usai berkunjung ke TPA yang terletak di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan itu bersama Dewan Energi Nasional (DEN).

Kepala Biro Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Sekretariat Jenderal DEN Saleh Abdurrahman menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kerjasama bilateral Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan pemerintah Swedia di bidang pemanfaatan sampah menjadi energi.

"Untuk pemanfaatan sampah menjadi energi ini, terpilih Kota Payakumbuh dan Balikpapan. Hari ini, kami ke sini untuk melakukan feasibility study atau studi kelayakan, untuk mendapatkan data yang akurat," ujar Saleh.

Dari studi kelayakan yang dilakukan, terdapat tiga teknologi yang bisa dikembangkan untuk mengolah sampah menjadi energi listrik di Kota Payakumbuh. Pertama, penggunaan langsung gas metan sampah tanpa diolah, dapat menghasilkan energi listrik sebesar 0,5 MW.

Kedua, teknologi digester anaerobik yang hanya mengolah sampah organik, dapat menghasilkan energi listrik sebesar 1,2 MW. Ketiga, teknologi insenerasi yang lebih ramah lingkungan dan menghasilkan energi listrik sebesar 5,2 MW.

Paul Westin dari Kedubes Swedia menuturkan, hasil studi kelayakan tersebut akan dipelajari lebih lanjut untuk mencari tahu transfer teknologi seperti apa yang lebih cocok dikembangkan di Payakumbuh.

Plt. Wali Kota Payakumbuh, Priadi Syukur mengapresiasi kunjungan kerja DEN bersama investor Swedia. Ia berharap, wujud kerjasama tersebut dapat dipercepat. Karena kunjungan itu, dikatakan Priadi, menjawab keresahan masyarakat akan pengelolaan sampah di TPA Regional ini ke depan.

"Setiap hari, sekitar 300 Ton sampah dari 6 kab/kota ditampung di TPA Payakumbuh. Bahkan, jumlah tersebut belum optimal. Masyarakat khawatir, sekian tahun yang akan datang, Payakumbuh akan dipenuhi oleh sampah."

"Dan ini tentunya menjawab keresahan masyarakat. Lebih dari itu, ini adalah suatu hal yang positif untuk perkembangan kota dan kepentingan rakyat," terangnya.

Advertisement
(mdk/hrs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.