LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Intoleransi bibit terorisme di Indonesia

Selain itu, Halili menganggap Indonesia telah membuat kelalaian dalam dunia pendidikan selama 20 tahun. Kelalaian yang dimaksud adalah tidak memproteksi para siswa dari paham-paham radikal. Setara membuat riset di 171 sekolah menengah atas (SMA) negeri. Hasilnya, 0,3 persen siswa terpapar sikap radikalisme.

2018-05-19 13:29:48
Terorisme
Advertisement

Direktur Riset Setara Institute, Halili, mengatakan sikap intoleransi menjadi langkah awal terbentuknya perilaku terorisme. Gejala ini tidak terjadi tiba-tiba melainkan karena ada celah di lingkungan masyarakat.

"Terorisme itu bertingkat, tidak serta merta seseorang jadi teroris. Tangga pertama adalah intoleransi," kata Halili di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (19/5).

Selain itu, Halili menganggap Indonesia telah membuat kelalaian dalam dunia pendidikan selama 20 tahun. Kelalaian yang dimaksud adalah tidak memproteksi para siswa dari paham-paham radikal.

Advertisement

"Kita memang melakukan kelalaian luar biasa karena tidak memproteksi dunia pendidikan dari virus radikalisasi," tegasnya.

Setara membuat riset di 171 sekolah menengah atas (SMA) negeri. Hasilnya, 0,3 persen siswa terpapar sikap radikalisme. Kemudian, ada 2,4 persen siswa yang mengalami sikap intoleransi aktif.

Menurutnya, jumlah 0,3 siswa yang terpapar paham radikal dan 2,4 persen yang mengalami sikap intoleransi aktif harus mendapatkan perhatian khusus.

Advertisement

"Dalam konteks terorisme, satu orang itu sudah terlalu banyak. Kita harus fokus pada isu toleransi sebagai hulu terorisme," tandasnya.

Baca juga:
Densus 88 geledah empat kontrakan di Kampung Siluman, Bekasi
'Deradikalisasi untuk modernisasi paham radikal, tapi praktiknya bantuan wirausaha'
Tak sepakat Koopsusgab, PKS nilai atasi teroris bisa dengan hidupkan Babinsa
Empat jenazah terduga teroris Mapolda Riau dijemput keluarga tengah malam
KontraS sebut RUU Terorisme hanya fokus pada penindakan
Cuma 88 napiter Mako Brimob tertampung di Nusakambangan, Komisi III janjikan LP baru
Pimpinan Pansus yakin pasal definisi terorisme disepakati saat rapat 23 Mei

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.