Insiden tabrakan dan pemukulan anggota klub motor di Bandung berakhir damai
Pria berbadan tegap yang mengenakan atribut salah satu klub motor di Bandung itu melayangkan pukulan beberapa kali. Persoalan ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Polisi menjadi mediator dalam penyelesaian insiden tabrakan tersebut.
Beredar video pemukulan yang dilakukan seorang anggota klub motor terhadap pemuda di Kota Bandung. Insiden itu dipicu peristiwa kecelakaan.
Dari video berdurasi 44 detik itu mereka berdua terlibat adu argumen. Pria berbadan tegap yang mengenakan atribut salah satu klub motor di Bandung itu melayangkan pukulan beberapa kali.
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina membenarkan peristiwa tersebut.
"Benar kejadiannya. Jadi (pengemudi) mobilnya itu karena orang Jakarta tidak tahu jalan. Melawan arus. Akhirnya nabrak motor tapi materi (kerugian) saja. Tidak ada luka," kata Agung saat ditemui di Jalan Panaitan, Kota Bandung, Selasa (18/9).
Polisi juga membenarkan adanya insiden pemukulan. Namun, polisi tidak bicara soal pemukulan karena korban tidak membuat laporan.
"Kami menangani kecelakaannya kalau pemukulannya kan kalau korban merasa teraniaya bisa melapor ke serse (reskrim), tapi (korban) tidak melapor," ungkap dia.
Persoalan ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Polisi menjadi mediator dalam penyelesaian insiden tabrakan tersebut. "Sudah dimediasi," ujar Agung.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, insiden pemukulan itu diketahui melibatkan ketua atau El Presidente Bikers Brotherhood 1% MC (BBMC) Pegy Diar dan seorang warga bernama Fajar.
Saat dikonfirmasi, mereka berdua menegaskan sudah mengambil jalan damai dan saling mengakui kesalahannya. Mereka menceritakan peristiwa itu di jalan Merdeka menuju Jalan Lembong pada Minggu (16/9) pukul 01.00 WIB.
"Fajar ini melawan arus dari arah Braga menuju Lembong. Harusnya dia lurus tapi malah belok. Jadi terjadi tabrakan," kata Pegy kepada wartawan di Jalan Veteran, Kota Bandung, Selasa (18/9).
"Setelah kejadian sebenarnya sudah dimediasi secara kekeluargaan di Polrestabes Bandung. Fajar sudah menulis pernyataan tidak menuntut, saya juga meminta maaf sudah seperti itu (memukul)," lanjutnya.
Pegy meminta maaf karena terbawa emosi saat beradu argumen. Apalagi Fajar juga ngotot tak bersalah. Atas dasar itu, dia reflek melakukan pemukulan.
"Hal yang saya lakukan itu tidak dibenarkan. Saya meminta maaf dan ini tidak ada hubungannya dengan para anggota klub motor manapun," terangnya.
Fajar sendiri mengakui kesalahannya melawan arus hingga mobil yang dikendarainya menabrak moge yang dikendarai petinggi Brotherhood tersebut.
"Saya sudah memaafkan (soal penganiayaan). Saya juga salah karena melawan arus,karena mengikuti aplikasi penunjuk jalan karena baru pertama kali nuetir di Bandung. Saya tidak tahu itu jalur satu arah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujar mahasiswa asal Jakarta tersebut.
Baca juga:
Polisi kesulitan telusuri kecelakaan Al Ghazali
Al Ghazali kecelakaan, dibopong warga keluar dari mobilnya
KA Kalijaga tabrak Kijang Innova di Sragen
Anggota Densus 88 jadi korban tabrak lari
Polisi lengkapi berkas pembunuhan dengan tersangka bos cat Iwan Adranacus