Inovasi KKN IAHN Mpu Kuturan: Panel Surya Terangi Jalan Desa Ambengan Buleleng, Wujudkan Rasa Aman Warga
Mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan Singaraja berhasil menerangi jalan Desa Ambengan Buleleng dengan instalasi panel surya. Kolaborasi tak terduga ini membawa manfaat besar bagi warga.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Bali, menunjukkan inovasi nyata di tengah masyarakat. Mereka berhasil memasang instalasi panel surya untuk menerangi jalan-jalan di Desa Ambengan, Kabupaten Buleleng. Program ini merupakan respons atas kondisi beberapa wilayah desa yang masih gelap di malam hari.
Inisiatif penerangan alternatif ini berawal dari kepekaan mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan terhadap lingkungan sekitar Desa Ambengan. Kolaborasi tak terduga dengan pihak ketiga, Nali New Energy melalui Arland Academy, menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Dukungan sepuluh unit panel surya gratis memastikan program dapat terlaksana tanpa biaya besar.
Kehadiran panel surya ini tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga meningkatkan rasa aman bagi warga Desa Ambengan. Sebelum pemasangan, mahasiswa melakukan survei langsung ke empat dusun untuk mengidentifikasi titik-titik gelap yang berisiko. Pemasangan panel surya ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi kehidupan masyarakat setempat.
Awal Mula Gagasan dan Kolaborasi Tak Terduga
Gagasan program pemasangan panel surya ini berawal dari kepekaan mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan terhadap lingkungan sekitar. Perbekel Ambengan, Nyoman Seri, mengungkapkan bahwa pada malam hari masih ada beberapa wilayah di desanya yang gelap. Inisiatif mahasiswa KKN untuk menyediakan penerangan alternatif ini sangat diapresiasi.
Kolaborasi tak terduga terjadi saat unggahan publikasi KKN Ambengan di media sosial menarik perhatian manajer Nali New Energy. Sebuah pesan singkat di Instagram membuka peluang kerja sama yang sebelumnya tidak terpikirkan. Hal ini menunjukkan kekuatan media sosial dalam mempertemukan ide dan dukungan.
Nali New Energy, melalui Arland Academy, kemudian menyatakan dukungan terhadap program KKN di Desa Ambengan. Mereka menawarkan sepuluh unit panel surya secara gratis. Bantuan ini menjadi kabar baik yang datang tepat waktu, memastikan program KKN dapat tercapai tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Beberapa titik di desa kami memang kurang penerangan. Program kerja mahasiswa ini membantu sekali. Ini bentuk kolaborasi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Nyoman Seri, menegaskan dampak positif dari kerja sama ini.
Proses Identifikasi Titik Gelap dan Pemasangan Panel Surya
Untuk memastikan bantuan panel surya tepat sasaran, mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan turun langsung menyusuri empat dusun di malam hari. Mereka menjelajahi Bukit Balu, Jembong, Pebantenan, dan Ambengan dengan senter dan lampu gawai. Tujuannya adalah mengidentifikasi lokasi-lokasi yang paling membutuhkan penerangan.
Dalam survei tersebut, mahasiswa menemukan sepuluh titik lokasi gelap yang berisiko dilalui warga. Jumlah ini persis dengan jumlah panel surya yang ditawarkan oleh Nali New Energy. Seolah-olah program kerja mereka menemukan arahnya sendiri, kata Perbekel Nyoman Seri.
Proses pemasangan panel surya kemudian dimulai, meskipun sempat diguyur gerimis. Mahasiswa dengan semangat mengangkat panel, merapikan kabel, dan memasang lampu pada tiang Wi-Fi desa yang telah dipilih sebagai titik penerangan. Kerja keras ini menunjukkan dedikasi tinggi para mahasiswa.
Sebagai pengingat kolaborasi dan kerja sama lintas ruang, stiker kecil tanda kolaborasi ditempel. Ini menegaskan bahwa program kerja ini adalah hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, pemerintah desa, hingga pihak swasta.
Dampak dan Apresiasi Terhadap Inovasi Mahasiswa
Pemilik Arland Academy, Arland Indrayana, memandang program ini sebagai wujud inovasi yang bermanfaat bagi desa. Ia menjelaskan bahwa energi matahari disimpan di baterai, lalu melahirkan cahaya. Sistem ini hemat, tanpa biaya bulanan, dan sesuai dengan nilai Tri Hita Karana.
“Saya bangga mahasiswa mau belajar dan mencoba hal baru. Dari belajar muncul karya yang bermanfaat,” kata Arland, mengapresiasi semangat inovasi mahasiswa. Program ini menjadi contoh nyata pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa.
Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, turut mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa KKN di Desa Ambengan. Ia menegaskan bahwa KKN adalah ruang praktik nyata bagi mahasiswa untuk mengabdi dan memberi dampak positif.
“Program kerja ini menunjukkan mahasiswa tidak hanya melihat, tetapi bertindak. Menerangi jalan desa berarti juga menerangi rasa aman masyarakat. Itulah pengabdian yang kami dorong,” tegas Prof. Suwindia, menyoroti pentingnya aksi nyata dalam pengabdian masyarakat.
Sumber: AntaraNews