LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini tujuan aksi mahasiswa Papua di Yogya sebelum akhirnya dikepung

Jefry membantah dukungan Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB) sebagai bentuk separatis terhadap NKRI.

2016-07-16 22:01:00
Papua
Advertisement

Mahasiswa Papua di Yogyakarta hingga saat ini masih terkepung. Mereka dikepung oleh polisi dan ormas-ormas lantaran ingin melakukan long march untuk mendukung masyarakat Papua Barat bisa menentukan hak mereka sendiri.

"Tujuan aksi ini untuk mendukung pembebasan Papua Barat dan menentukan hak mereka," ujar Jefry Wenda, ketua umum aliansi mahasiswa Papua di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Sabtu (16/7).

Didampingi pengacara publik dari LBH, Pratiwi Febry, Jefry membantah dukungan Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB) sebagai bentuk separatis terhadap NKRI.

Advertisement

"Ini bukan separatis, mereka memiliki hak untuk menyuarakan apa kehendak mereka. Ini negara demokratis," kata Pratiwi menjelaskan di kantor LBH Jakarta, Sabtu (16/7).

Selain mendukung pembebasan Papua Barat, sedianya tuntutan yang akan disampaikan pada long march mahasiswa Papua di Yogyakarta adalah mencabut izin perusahaan perusahaan asing di tanah Papua.

Tidak hanya dukungan untuk Papua Barat, tuntutan mereka juga adalah menarik seluruh pasukan TNI dan Polisi dari pulau tambang emas itu.

Advertisement

"Tutup semua perusahaan asing Freeport, semuanya. Tarik juga seluruh TNI Polri yang ada di Papua," kata Jefry.

Diketahui, PRPPB ini telah mengajukan surat ke Polda Yogyakarta untuk mengadakan long march pembebasan Papua Barat. Sehari sesudahnya, belum para mahasiswa Papua melakukan long march asrama mereka dikepung oleh polisi dan ormas.

Masa yang mencoba merangsek supaya bisa melakukan long march pun dianiaya dengan dipukuli atau menggunakan kekerasan verbal rasial.

"Ya ada yang dipukuli," kata Jefry

"Mereka (mahasiswa Papua) dikata-katai dengan kekerasan secara rasis dengan hate speech," imbuh Pratiwi.

Pengepungan mahasiswa Papua ternyata bukan hanya di Yogyakarta saja melainkan di Makassar juga ada kejadian serupa.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.