Ini tips mencari pekerja rumah tangga, jangan sampai salah pilih
Salah satu yang harus diperhatikan adalah usia PRT bisa menentukan kualitasnya dalam bekerja.
Profesi pekerja rumah tangga (PRT) sampai detik ini masih sangat dibutuhkan. Apalagi buat pasangan suami istri yang bekerja. Salah satu yang paling penting adalah mengecek asal usul si PRT. Biasanya ini dilakukan bila si PRT didapat dari sanak saudara. Pekerja rumah tangga yang ideal berada di usia 30-50 tahun. Di usia itu, diharapkan si PRT tahu apa yang menjadi pekerjaannya dan tidak berpikir untuk bersantai-santai. Banyak orang mau bekerja sebagai PRT. Tapi banyak pula yang tak paham pekerjaan PRT seperti apa. Setelah cocok dengan PRT, lakukanlah interview singkat. Dengan begitu dia akan merasa nyaman dan terbuka dengan anda. Kesehatan seorang PRT sangat penting mengingat banyak kerjaan yang harus dia lakukan. Itu sebabnya, anda harus pintar-pintar mengajaknya terbuka soal kesehatannya.
Meski butuh, tetap saja harus berhati-hati memilih orang akan bekerja di rumah kita. Jangan sampai keberadaan orang lain menambah masalah di rumah tangga anda.
Ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan bila mengajak seseorang bekerja di rumah anda. Bibit, bebet dan bobot si PRT jadi hal utama yang perlu di cek ricek bila tak ingin menyesal di kemudian hari.
Apalagi, bila si PRT juga menyambi merawat buah hati anda. Keamanan anak harus jadi hal yang utama.
Berikut yang harus dilakukan saat memilih seorang PRT, dikutip dari berbagai sumber:Cek latar belakang si PRT
Sedangkan dari yayasan, biasanya bila tidak cocok bisa langsung komplain ke penyalur. Mereka pun akan mengganti dengan orang baru.
Latar belakang yang dimaksud tanya cuma keluarga si PRT. Tapi apakah dia pernah berbuat kriminal atau tidak menjadi satu penting yang harus dicari tahu.Pastikan usia orang yang bekerja sudah matang
Selain itu, bila untuk mengasuh anak, usia itu biasanya lebih telaten dan sabar. Banyak yang ragu bila menitipkan anak pada PRT dengan usia di bawah 30 tahun.
Di usia itu, PRT juga akan merasa pekerjaannya sebagai tanggung jawab. Apalagi bila ada perjanjian bila kerjaan tak bagus maka gaji akan dipotong.Pintar bekerja
Alhasil, banyak PRT yang malah bingung bila disuruh mengerjakan sesuatu. Pekerjaan pun menjadi berantakan. Maka itu perlu dijelaskan pekerjaan apa yang akan mereka kerjakan selama ikut anda.
Selain itu, PRT yang komunikatif sangat diperlukan. Tujuannya, agar dapat menerima saran bila ada pekerjaannya yang tak rapi.Lakukan interview
Jelaskan dari awal bahwa anda majikan yang senang dengan keterbukaan. Anda pun mengatakan tak suka bila PRT membicarakan sesuatu di belakang majikan.
Dalam interview itu, anda juga bisa bertanya pengalamannya bekerja sudah di mana saja dan berapa lama. Tak salah pula, di interview pertama dijelaskan soal gaji dan kenaikan gaji yang didapat.Khusus untuk mengasuh, pastikan si PRT sehat & sayang anak
Apalagi bila si PRT bekerja sambil mengasuh anak anda. Jangan sampai si buah hati terkena penyakit sesuatu yang sebenarnya anda tak pernah idap.
Anda harus tetap menanggapi baik andai kata dia mengakui ada gangguan kesehatan. Tapi bila tidak yakin, anda tidak perlu mempertahankannya dan lebih baik menolak baik-baik.
Selain itu, pastikan pula orang akan mengasuh anak anda memang senang pada anak kecil. Jangan sampai anak anda malah tak nyaman saat bersamanya.