Ini terobosan Kementerian Kehutanan atasi kabut asap
"Kami sedang bangun early warning system sehingga jika ada hotspot langsung terdeteksi," kata Menteri LHK Siti Nurbaya.
Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) bakal membuat terobosan baru untuk menanggulangi kabut asap dampak dari kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Lewat terobosan baru itu, diharapkan kabut asap dapat selesai dalam waktu dekat.
"Kami sedang bangun early warning system sehingga jika ada hotspot langsung terdeteksi," kata Menteri LHK Siti Nurbaya usai melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/10).
Lewat early warning system itu, kata dia, berbagai pihak yang bersiaga di daerah kebakaran hutan akan mengetahui sebelum kebakaran menjadi besar.
Selain itu, dia meminta kepada Pemda setempat untuk dapat memahami penanganan kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Sebab, memang diketahui lahan gambut merupakan titik yang paling sulit untuk dipadamkan.
"Kita harap Pemda dan pelaku bisnis pahami lahan gambut. Kita akan lakukan zonasi di lahan gambut," ujarnya.
Selain menggalakkan penanganan kabut asap di sektor program, politikus NasDem ini juga mengaku akan menindak tegas para perusahaan pembakar hutan, yaitu dengan mencabut izin perusahaan untuk menjalankan aktivitas di daerah kabut asap.
"413 perusahaan sedang dilakukan penelitian. Ada yang sudah kena sanksi, dicabut, ada yang dibekukan. Tidak mungkin sekaligus, tapi sesuai arahan presiden secara konsisten akan kita terus lakukan," tegasnya.
Baca juga:
Dalih pemerintah kebakaran hutan tidak ditetapkan bencana nasional
Indonesia masih harapkan bantuan Rusia dan China untuk padamkan api
Kabut asap dan penumpang sepi, Sriwijaya Air setop rute ke Pekanbaru
Menko Luhut akui pemerintah kesulitan atasi kabut asap
Jepang berikan bantuan berupa cairan kimia untuk padamkan api