LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini strategi pasangan biar awet meski menikah muda

Banyak kendala yang kerap dihadapi bagi pasangan muda.

2016-08-14 09:33:00
Pernikahan
Advertisement

Menikah dalam usia yang terbilang sangat muda, merupakan hal yang masih dianggap kurang lazim bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Walaupun sebagian masyarakat di sejumlah daerah kerap menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa, namun pemerintah Indonesia dalam Undang-undang perkawinan sebenarnya telah mengatur hal tersebut.

Dalam undang-undang Nomor 1/1974 pasal 6, pemerintah telah mengatur batas usia diperbolehkan menikah bagi pria adalah di usia 19 tahun, dan bagi wanita di usia 16 tahun. Namun, hari ini ketentuan tersebut kerap dikesampingkan, akibat banyaknya kasus hamil pra-nikah sebagai akibat dari budaya seks bebas di sebagian kalangan anak muda.

Namun, masih adakah pasangan muda yang memang menikah karena mereka menyatakan telah siap menjadi suami-istri ? Seseorang bernama Liga Guntara pun berkenan menuturkan pengalamannya kepada merdeka.com, saat memutuskan untuk menikah muda di usianya yang belum genap menginjak 19 tahun beberapa tahun lalu.

Liga bercerita, pertemuannya dengan istri dimulai ketika SMA, di mana mereka kerap menjalani kegiatan bersama hingga menumbuhkan rasa saling suka. Karena merasa nyaman, keduanya kemudian memutuskan untuk berpacaran, dengan diketahui oleh kedua belah pihak keluarga.

Awal mula keputusan menikah itu dimulai ketika saat mereka lulus SMA, Liga sempat cekcok dengan keluarganya dan memutuskan untuk pergi dari rumah. Bingung hendak kemana, orang tua pacarnya segera menyarankan Liga untuk untuk tinggal sementara di rumah mereka.

"Dulu gara-gara gue cabut dari rumah dan disuruh tinggal sementara di rumah orang tua pacar, terus gue kepikirian kenapa nggak nikah aja sekalian ? Toh orang tua kita juga udah sama-sama nerima," kata Liga kepada merdeka.com, Jumat (12/8).

Ketika ditanya bagaimana reaksi orang tuanya saat ia mengatakan hendak menikahi sang pacar, Liga mengaku awalnya mereka amat terkejut, dan sempat menyangka mereka telah hamil di luar nikah. Namun setelah dijelaskan bahwa Liga telah bekerja dan keduanya saling suka, akhirnya pernikahan sederhana pun digelar.

"Kalau reaksi ortu sih awalnya kaget, tapi akhirnya ngedukung juga. Soalnya mereka tahu calon istri anak bungsu, jadi biar cepet 'beres', ya dinikahin lah," ujarnya.

Ketika ditanya apa yang membuatnya yakin untuk menikahi istrinya yang sama-sama belum genap berusia 19 tahun kala itu, Liga mengatakan jika kondisinya dan sang calon istri saat itu sudah saling merasa cocok dan nyaman, ditambah restu dari kedua orangtua mereka.

Dengan kesepakatan jika setelah menikah keduanya tinggal di rumah orang tua si wanita, Liga yang saat itu masih bekerja magang di sebuah perusahaan pun memberanikan diri meminang calon istrinya tersebut.

"Gue dan istri yakin karena udah ngerasa sama-sama nyaman dan cocok. Terus ortu juga ngedukung. Tapi karena saat itu gue masih karyawan magang dan belum diangkat tetap seperti sekarang, gue disuruh tinggal di rumah mertua aja setelah nikah," kata Liga.

Soal finansial, Liga mengaku yakin saat itu. Sebab, walaupun masih menjadi karyawan magang, namun mereka yakin jika pola hidup mereka yang sederhana akan banyak bermanfaat di awal mula membangun biduk rumah tangga.

Apalagi, Kakak Liga yang merupakan seorang wiraswasta telah mengajarkannya banyak hal mengenai pengaturan keuangan, dan bersedia membantu apabila nantinya mereka menghadapi masalah finansial.

"Kalau masalah finansial gue nggak terlalu khawatir. Soalnya kita sama-sama bergaya hidup sederhana, dan udah dikasih gambaran itung-itungan ekomoni keluarga sama kakak gue," kata Liga.

Meski demikian, menjelang pernikahan Liga mengakui masih terdapat sedikit kekhawatiran di dalam dirinya, mengenai apakah dirinya mampu menjadi kepala keluarga yang baik bagi istrinya.

"Dulu yang gue takutin itu kalau gue nggak bisa jadi kepala keluarga yang baik. Baik secara sikap & agama juga," ujarnya.

Sejak menjalani rumah tangga hasil pernikahan dini itu beberapa tahun lalu, hingga hari ini, Liga akhirnya mengetahui apa saja hal-hal yang memang harus dipersiapkan oleh para pasangan muda, sebelum mereka memutuskan untuk menikah.

Dirinya menyebut, kedewasaan sikap dan mental yang dibutuhkan untuk mengontrol ego serta emosi, sangat lah penting bagi para pasangan yang memutuskan untuk menikah muda.

Pemahaman akan masing-masing karakter pasangan, lanjut Liga, juga merupakan hal yang sangat wajib dimiliki, agar rumah tangga baru dengan pasangan yang masih teramat muda itu bisa saling memahami, dan bisa meminimalisir berbagai bentuk konflik di antara keduanya.

"Yang paling utama sih masalah ego dan sikap-sikap idealis. Saat itu, karena kita sama-sama masih labil, cara berpikir dan bertindak kan juga belum matang. Bagaimana cara ngontrol emosi dan saling memahami karakter pasangan, juga jadi hal wajib yang mesti bisa dilakukan," kata Liga.

"Sederhananya, pikir-pikir lagi deh kalau mau nikah muda. Siap nggak ?" pungkasnya.

Baca juga:
Pasangan muda harus siapkan fisik dan mental sebelum punya anak
Izin pengadilan agama supaya bisa nikah muda
Menabung dosa karena menunda nikah
Menikah muda untuk menghindari zina
Marak pergaulan bebas, pernikahan dini di Palu tergolong tinggi

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.