Ini siasat pemerintah antisipasi kebakaran hutan saat kemarau
Polri dan TNI akan diterjunkan menggunakan pesawat amphibi dan beberapa helikopter khusus.
Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi di 70 persen wilayah Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat mengadakan rapat koordinasi guna membahas dampak musim kemarau dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Daerah Sumatera dan Kalimantan masih dianggap sebagai lahan rawan kebakaran.
Dalam rapat koordinator yang turut dihadiri Kementerian Pertanian, BNPB, BMKG, BPPT, dan beberapa perwakilan gubernur di Sumatera dan Kalimantan, Menko Kesra Agung Laksono menjelaskan, pemerintah telah bersiap menghadapi musim kemarau dan dampak yang ditimbulkannya.
"Jadi kita waspada ketika dapat warning dari BMKG tentang saat-saat musim kemarau. Itu ada fenomena El Nino dan La Nina. Jadi kita stand by dengan melakukan operasi darat," kata Agung dalam rakor tingkat menteri di kantor Menko Kesra, Jakarta, Kamis (27/2).
Untuk menghadapi dampak terburuk dari musim kemarau, lanjut Agung, pemerintah sudah menyiagakan TMC, water bombing dari udara, Manggala Agni, dan dibantu TNI-Polri.
Agung menjelaskan, untuk kebutuhan TMC diperlukan dua pesawat Hercules, enam pesawat CASA. Sementara untuk water bombing, diperlukan dua pesawat amphibi, dua helikopter Kamov, dua helikopter sikosy, dan empat helikopter Bolcow.
Untuk selanjutnya, menurut Agung diperlukan semacam SOP tentang kebakaran hutan dan lahan sehingga terbangun sistem yang dapat dioperasikan secara otomatis.
"Sehingga dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan upaya pencegahan, saat terjadi kebakaran, dan paska kebakaran," ujar Agung.
Baca juga:
Menko Kesra: 99 Persen kebakaran hutan ulah manusia!
Kebakaran hutan Riau capai permukiman, 100 keluarga diungsikan
Damkar sulit jinakkan api di Riau, hujan buatan jadi solusi
Harimau masuk permukiman karena kebakaran hutan, warga resah
8.472 Titik api muncul di Pulau Sumatera pada Februari