Ini sejarah lokalisasi Dadap Tangerang
Tempat yang terletak di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, ada sejak 1975.
Keberadaan lokalisasi di Dadap, Tangerang terbilang cukup lama. Banyak pekerja seks komersial mencari makan dari menjual tubuh. Tempat itu dianggap meresahkan, yang coba diratakan dengan tanah.
Keberadaan Dadap memiliki sejarah panjang. Tempat yang terletak di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, ada sejak 1975. Awalnya, pada 1970-an tanah milik PT Angkasa Pura II itu hanya diduduki para nelayan.
Baru pada 1980 daerah itu berkembang sejalan dengan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Para pelancong pun mulai berdatangan untuk mencari nafkah di sekitaran Dadap, para nelayan berdagang di sekitar lokasi.
Lambat laun muncul lah pelacuran, dan semakin tak bisa dibatasi ketika banyak wanita-wanita berdatangan dari berbagai daerah.
"Sudah ada sejak tahun 1975 prostitusi, tetapi kami akhirnya menyadari sendiri bahwa ini tidak baik buat warga sini. Kami sudah mengusir mereka (kegiatan prostitusi). Bahkan kami bongkar juga," kata H Misbah seorang tokoh masyarakat yang cukup disegani di wilayah tersebut.
Berbagai pendatang ada di daerah tersebut, mulai dari penduduk pinggir DKI Jakarta yang terkena gusur kemudian pindah ke Dadap, serta pendatang dari berbagai daerah. Kawasan di Dadap termasuk dalam kategori daerah yang kumuh serta penuh dengan penduduk.
Tentu saja hal itu tidak dapat dihindari karena di Dadap terdapat pergudangan, pabrik serta usaha rumahan, seperti pembuatan spanduk, serta usaha lain yang masih berhubungan dengan kegiatan di Bandara Soekarno-Hatta.
"Ya karena kan lokasinya yang berdekatan dengan bandara, itu yang ada di sana (Dadap) untuk melengkapi kebutuhan yang ada di bandara, jadi banyak pendatang yang memang dari awal sudah menempati wilayah sekitar," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
Aparat sudah berusaha melakukan penggusuran, tetapi mendapat perlawanan dari warga. Sejumlah orang terluka, termasuk polisi.
Rencananya, di lokalisasi Dadap nantinya hendak dibangun Jakarta Islamic Centre. Hal ini sama seperti Kramat Tunggak, sebuah lokalisasi Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang sudah berubah fungsi.
Baca juga:
Geliat prostitusi Dadap Tangerang sebelum dibongkar
Warga Dadap kini menuntut hak tinggal
Selain Dadap, Pemkab juga bongkar kawasan Kronjo dan Kresek
Warga Dadap berhenti mengamuk, tapi ajukan sejumlah syarat
Warga Dadap bakal menempati rumah kontrakan fasilitas listrik gratis
Tak kalah menarik:
Ahok sebut relokasi warga tanpa libatkan Polri dan TNI akan dibantai
Jika jadi Gubernur DKI, Sandiaga janji tak gusur semena-mena
Ancaman Ahok bakal ratakan tenda dan gubuk warga di Pasar Ikan
Polda Metro juga bantah dibiayai Podomoro untuk tertibkan Kalijodo
Akhir Mei ini, hunian liar di bantaran Ciliwung ditertibkan Ahok
Tolak digusur, Warga Bukit Duri gugat Pemprov DKI ke PN Jakpus