LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini Saran Ahli agar Penyuntikan Vaksin Kosong Tak Terulang

Seorang nakes berinisial EO meminta maaf karena memberikan suntikan kosong kepada seorang peserta vaksinasi Covid-19 di Jakarta Utara. Agar kasus ini tidak terulang, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI Prof Zubairi Djoerban menyarankan supaya calon penerima vaksin Covid-19 memperhatikan beberapa tahapan.

2021-08-12 08:29:00
Vaksinasi Covid-19
Advertisement

Seorang tenaga kesehatan (nakes) berinisial EO meminta maaf karena memberikan suntikan kosong kepada seorang peserta vaksinasi Covid-19 di Jakarta Utara. Agar kasus ini tidak terulang, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyarankan supaya calon penerima vaksin Covid-19 memperhatikan beberapa tahapan sebelum vaksinator mulai menyuntikkan vaksin.

Pertama, Zubairi meminta calon penerima vaksin agar memastikan vaksinator mengeluarkan vaksin dari dalam botol tepat di depan mereka. "Untuk memastikan Anda divaksinasi dengan benar, perhatikan tahapan-tahapan ini: - Vaksin harus dikeluarkan dari botol di depan penerima vaksin," tulisnya lewat akun Instagram pribadi dikutip pada Kamis (12/8).

Selanjutnya, nakes diminta menunjukkan dosis sebelum menyuntik. Menurut Zubairi, jika memungkinkan, calon penerima vaksin harus melihat apakah nakes itu benar-benar memasukkan vaksin. "Minta diperlihatkan jarum suntik kosong setelah penyuntikan," katanya.

Advertisement

Sebelumnya polisi telah menetapkan EO sebagai tersangka dalam kasus pemberian suntikan kosong vaksin Covid-19 ke salah seorang remaja berinisial BLP di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Di hari yang sama, EO mengaku telah menyuntikan 599 orang di sentra vaksinasi.

"Memang menurut awal yang bersangkutan sudah memvaksin hari itu sekitar 599 orang, dan dia merasa lalai, dia tidak periksa lagi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (10/8).

Kasus ini kemudian berakhir damai. "Tadi malam sudah terjadi mediasi, pihak penyelenggara, terlapor dan korban sudah ada kesepakatan damai," kata Kapolres Metro Jakut Kombes Guruh Arif Darmawan saat dihubungi, Rabu (15/8).

Advertisement

Guruh menyampaikan, kedua belah pihak dipertemukan penyidik di Polres Metro Jakut. Mediasi berlangsung pada Selasa (14/8) malam.

Menurut Guruh, saat itu pihak korban melihat itikad baik pelaku. "Dari pihak pelaku sudah menyadari bahwa pelaku sudah minta maaf karena lalai dan sebagainya kemudian korban juga menyadari seperti itu yasudah," ujar dia.

Guruh mengatakan, penyidik segera memproses pencabutan laporan yang dilayangkan oleh korban, sehingga kasus ini anggap telah selesai. "Kalau sudah sepakat semua, mereka sepakat untuk cabut dan tidak melakukan tuntutan ya sudah. Dan sudah ada mediasi di antara ketiganya," katanya.

Sumber: Liputan6.com.
Reporter: Yopi Makdori.

Baca juga:
Canangkan Vaksin Pelajar, Pemkab Bogor Tutup Sementara Vaksinasi Umum
Polda Jabar Sasar Santri Terima Vaksinasi Covid-19
Ganjar Nilai Aturan Masuk Mal Harus Sudah Divaksinasi Covid-19 Tidak Adil
Menteri PPPA: Ibu Hamil dan Menyusui Jangan Ragu Vaksinasi Covid-19
Kemensos Upayakan 2.800 Penghuni Balai Jabodetabek Divaksin Tanpa NIK
Jubir Vaksinasi Tegaskan Pencari Suaka Bukan Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.