Ini reaksi Djarot ditanya kasus korupsi masjid yang seret Saefullah
Ini reaksi Djarot saat ditanya kasus korupsi masjid seret Saefullah. Dia hanya mengatakan, kasus korupsi apapun hendaknya menjadi tugas penting pemimpin DKI Jakarta nantinya. "Ya melalui transparansi melalui electronic government melalui sistem cashless dan itu sudah diterapkan sekarang tidak perlu lagi gunakan uang."
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, enggan mengomentari kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz, di kantor Walikota Jakarta Pusat. Djarot hanya mau berkomentar saat ditanya rencana kerja setelah nanti aktif kembali sebagai Wakil Gubernur Jakarta.
Djarot menuturkan, saat dirinya kembali ngantor di Balai Kota, dia akan melakukan evaluasi pengawasan terhadap para pejabat pejabat di provinsi DKI Jakarta.
"Saya enggak tahu lah kami enggak akan komentari. Nanti saja kalau sudah aktif kembali," ujar Djarot saat blusukan di Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (13/1).
Dia hanya mengatakan, kasus korupsi apapun hendaknya menjadi tugas penting pemimpin DKI Jakarta nantinya.
"Ya melalui transparansi melalui electronic government melalui sistem cashless dan itu sudah diterapkan sekarang tidak perlu lagi gunakan uang. Termasuk pelelangan, semuanya melalui electronic dengan keterbukaan seperti itu kita bisa mencegah lebih dini," jelas Djarot.
Seperti diketahui, pembangunan Masjid Al Fauz itu sudah dimulai sejak masa kepemimpinan Sylviana Murni saat menjabat Wali Kota Jakarta Pusat. Peletakan batu pertama dilakukan pada awal Juni 2010 dan pembangunan rampung akhir Desember 2010. Kemudian Saefullah dilantik menggantikan Sylviana yang dipromosikan sebagai Asisten Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta pada 4 November 2010.
Kemudian, masjid itu sendiri diresmikan oleh Fauzi Bowo yang menjabat Gubernur DKI. Pembangunan masjid dua lantai itu menggunakan anggaran pendapatan daerah (APBD) 2010 sebesar Rp 27 miliar.
Baca juga:
Sekda DKI ungkap nama-nama terlibat pembangunan masjid Walkot Jakpus