LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini pesan tukang ojek pangkalan ke Gojek saat ambil penumpang

"Biasanya per hari dapat 8 orang, karena ada (Gojek) ini paling ngangkut 5 atau 4 penumpang," kata Rahmat.

2015-06-28 09:00:00
Ojek Vs Go-Jek
Advertisement

Munculnya usaha transportasi Gojek dikeluhkan ojek reguler. Sejumlah tukang ojek mengalami penurunan omset. Rahmat (32) tukang ojek yang mangkal di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, mengatakan pendapatannya menurun setelah ada Gojek.

"Sebenarnya enggak turun-turun banget. Biasanya per hari dapat 8 orang, karena ada ini paling ngangkut 5 atau 4 penumpang," kata Rahmat kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Rahmat memperkirakan penumpang beralih ke Gojek karena sedang promosi. Setelah promosi berakhir, ia meyakini penumpang kembali ke ojek biasa.

"Saya mau tahu setelah itu apakah masih lebih murah dari kita. Sebab, kalau harga murah terus-menerus pasti rugi belum termasuk bayar solar," katanya.

Rahmat mengaku penghasilannya yang biasa Rp 3 juta mengalami penurunan. Kata Rahmat, biaya untuk memenuhi kebutuhan istri dan dua anaknya menjadi berkurang. Sebelum ada jasa transportasi mobile itu pendapatan yang peroleh dengan mengojek cukup untuk memenuhi hidup di Jakarta.

"Saya hanya bisa berdoa dan bersikap ramah kepada pelanggan. Rezeki itu sudah ada Tuhan yang mengatur," katanya dengan haru.

Untuk menghindari persaingan usaha di jalan, dia meminta pengemudi Gojek tidak mengambil penumpang dari jarak 100 meter dari pangkalan. Hal itu, menurutnya, juga untuk mencegah keributan dan kompetisi tak sehat.

Meskipun begitu, ia mengaku merasa kasihan dengan pegawai Gojek. Selain mengantar penumpang, ojek panggilan via online ini juga mengantarkan makanan dan barang. Rahmat khawatir pengemudi tersebut mengantarkan barang berbahaya karena ia tidak mengetahui isi benda tersebut.

Belum sampai situ, Rahmat memperhatikan pembagian hasil antara bos Gojek dengan pengemudi motor di jalan sebagai sesuatu yang tak adil.

"Bosnya dapat jatah 20 persen dari pendapatan pengemudi Gojek. Padahal dia hanya pemilik situs, tapi dapat jatah dan bisa engkang-engkang kaki santai di kantor," tandasnya.

Baca juga:
Celah ojek pangkalan ungguli layanan GO-JEK dan GrabBike
Cerita pengemudi GrabBike tolak jemput penumpang di Manggarai
Ini beda penghasilan Go-Jek dan ojek pangkalan
Curhat pengendara Gojek sering disemprot tukang ojek pangkalan
Menembus kemacetan Jakarta dengan layanan Gojek

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.