Ini penyebab pendemo nekat bakar gedung versi pimpinan DPRD Gowa
Ratusan pengunjuk rasa pendukung Raja Gowa mulai meninggalkan usai membakar kantor DPRD, Senin (26/9). Namun, api masih menyala dan tengah dalam penanganan petugas. Wakil Ketua DPRD Gowa, Haris Tappa mengaku, saat kejadian memang tidak berada di lokasi.
Ratusan pengunjuk rasa pendukung Raja Gowa mulai meninggalkan usai membakar kantor DPRD, Senin (26/9). Namun, api masih menyala dan tengah dalam penanganan petugas.
Wakil Ketua DPRD Gowa, Haris Tappa mengaku, saat kejadian memang tidak berada di lokasi. Dari laporan diterimanya, aksi pembakaran ini dilakukan lantaran tidak ada legislator menemui para pendemo untuk mendengar aspirasi menuntut Perda Lembaga Adat Daerah (LAD) dicabut.
"Setiap hari di sini ada tim aspirasi yang stand by. Kali ini mereka tidak ditemui memang karena tidak informasi yang diterima kalau akan datang pengunjuk rasa," kata Haris Tappa.
Soal tuntutan pengunjuk rasa itu, Haris Tappa mengatakan, hal itu tidak bisa lagi dipenuhi karena sudah menjadi produk Perda. Jadi tidak ada lagi kewenangan dewan untuk mencabut. Kalau mau mempermasalahkan lagi, silakan ajukan judicial review.
"Pengrusakan dan pembakaran ini kita laporkan ke polisi," tandasnya.
Baca juga:
Demo konflik Raja Gowa, kantor DPRD dibakar
Massa bakar DPRD Gowa pakai ban dalam
DPRD Gowa dibakar massa, seorang warga diselamatkan lewat jendela
Begini kondisi Gedung DPRD Gowa yang dibakar massa
Kapolri belum dapat informasi lengkap terkait kerusuhan di DPRD Gowa