LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini penuturan warga saat longsor menerjang permukiman di Ponorogo

Mayoritas yang menjadi korban adalah petani yang sedang memanen jahe. Warga sebenarnya sudah mendeteksi longsor 20 hari sebelum kejadian. Setiap hari tanah ambles sampai 20 cm.

2017-04-02 20:00:00
Tanah Longsor
Advertisement

Kepala Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo Jawa Timur, Sarnu menuturkan kesaksian warga yang menyaksikan langsung peristiwa longsor. Saksi menyebut mayoritas korban hilang tertimbun longsor adalah petani yang sedang memanen jahe di areal persis di bawah tebing yang longsor di Dusun Tangkil.

"Mereka tak sempat menyelamatkan diri saat longsor terjadi," kata Kepala Desa Banaran Sarnu dikonfirmasi di sela proses evakuasi. Dikutip dari Antara, Minggu (2/4).

Saksi lain, Sirmadi yang berusia paruh baya ini selamat karena saat kejadian sedang bekerja di pasar.

Dia menceritakan, para petani yang sedang beraktivitas di sawah, termasuk yang sedang memanen jahe sempat berusaha menyelamatkan diri dengan menjauhi titik longsor. Namun usaha mereka masih kalah cepat dengan terjangan material tebing setinggi 200 meter yang tiba-tiba runtuh dan langsung mengubur mereka hidup-hidup.

"Lokasinya memang paling dekat dengan tebing yang runtuh," tutur Sirmadi.

Namun tidak demikian halnya dengan sejumlah saudara dan kerabatnya yang sampai kini masih hilang dan belum ditemukan.

"Saudara saya yang hilang ada 16 orang. Semua sedang bekerja buruh panen jahe saat longsor terjadi," ucapnya lirih.

Menurut keterangan Sarnu, potensi longsor sebenarnya sudah diketahui sejak 20 hari sebelumnya. Saat itu retakan terus meluas sehingga tanah ambles antara 10-20 sentimeter setiap harinya.

"Warga sudah mengantisipasi dengan mengungsi setiap menjelang malam. Namun pagi kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa," kata Sarnu.

Sirmadi dan Sarnu mengatakan, cuaca cerah saat longsor terjadi, tetapi pada malam sebelumnya (Jumat, 31/3) sempat turun hujan deras.

Menurut Sirmadi, para petani terpantau sempat beraktivitas memanen jahe sejak pukul 06.30 WIB dan ia pergi ke pasar sampai peristiwa tanah longsor terjadi dan mengubur 34 rumah di empat RT Dusun Tangkil dan Krajan.

Hingga hari ini, korban tanah longsor berjumlah 28 orang dengan perincian 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Proses evakuasi dan identifikasi terus dilakukan.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.