LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini pembelaan Esti setelah postingan soal jilbab bikin heboh

Beredar selebaran syarat menjadi karyawan BUMN yang akhirnya menjadi polemik.

2014-12-20 09:06:00
BUMN
Advertisement

Beberapa hari belakangan ini media sosial diramaikan dengan foto selebaran yang mengatakan pegawai BUMN tak boleh mengenakan jilbab syar'i. Foto tersebut kemudian menjadi polemik ketika sejumlah media menyebutkan jika selebaran tersebut dibuat oleh Kementerian BUMN.

Foto selebaran yang menghebohkan tersebut diunggah oleh akun @estiningsihdwi. Dwi Estiningsih, pemilik akun tersebut mengatakan, kriteria yang tercantum tersebut adalah seleksi bagi seorang frontliner. Menurutnya, persyaratan kompetensi yang diajukan dianggap tendensius dan diskriminatif.

Dia menjelaskan, jika foto yang diunggahnya tersebut asli dan bukan rekayasa. Persyaratan tersebut merupakan catatan untuk penilai dalam perekrutan.

Wanita yang merupakan guru tersebut mengatakan, tujuan dirinya mengunggah foto tersebut agar masyarakat membuka mata bahwa masih ada diskriminasi saat melamar pekerjaan. Dia menambahkan, pelarangan mengenakan jilbab telah berlaku umum.

Setelah mengunggah foto tersebut, Esti mengaku kerap mendapat teror. Teror diterima melalui telepon genggamnya.

Berikut pembelaan Esti setelah postingan soal jilbab bikin heboh.

Tidak pernah menyebut Rini Soemarno melarang penggunaan jilbab di BUMN

Dwi Estiningsih, pemilik akun @estiningsihdwi yang mengunggah foto larangan mengenakan jilbab dalam perusahaan BUMN menjelaskan, dirinya tidak pernah menyebutkan nama menteri BUMN Rini Soemarno dalam tweet-nya tersebut. Dirinya menghormati pejabat penyelenggara termasuk Rini.

"Saya TIDAK PERNAH menyebut MENTERI manapun dalam tweet saya. Bisa dicek."

Dia menjelaskan, jika foto yang diunggahnya tersebut asli dan bukan rekayasa. Persyaratan tersebut merupakan catatan untuk penilai dalam perekrutan.

"Foto itu asli, benar adanya yaitu FORM dan CATATAN untuk ASESOR (Penilai). BUKAN pengumuman. Saya ulangi... BUKAN selebaran atau sejenis."

Advertisement

Esti mengaku masih ada diskriminasi bagi wanita berjilbab dalam mencari kerja

Dwi Estiningsih, pemilik akun Twitter @estiningsihdwi yang mengunggah foto selebaran yang mengatakan pegawai BUMN tak boleh mengenakan jilbab syari menjelaskan, dia bertujuan agar masyarakat membuka mata bahwa masih ada diskriminasi saat melamar pekerjaan. Dia menambahkan, pelarangan mengenakan jilbab telah berlaku umum.

"Tujuan saya tweet foto tersebut adalah untuk membuka mata masyarakat bahwa masih terjadi diskriminasi di sekitar kita. Harapan saya adl subjek pelaku dan masyarakat sadar bahwa hal yg SUDAH BERLAKU UMUM ini tidak bisa dibiarkan berlangsung terus menerus. Saya berharap banyak pihak akan ikut BERSUARA dan BERBAGI tentang perlakuan DISKRIMINASI di sekitarnya."

Advertisement

Esti minta pemerintah bantu hilangkan diskriminasi bagi perempuan berjilbab

Kepada pemerintah, wanita yang juga seorang psikolog ini berharap pemerintah mendukung untuk menghilangkan tindakan diskriminatif. Kepada para psikolog, di mana larangan penggunaan jilbab itu ditujukan, dia menyuruh mereka untuk memberanikan diri untuk menolak tindakan diskriminatif tersebut.

"Harapan utk #Pemerintah ~ Mendukung & menciptakan iklim agar hilang perlakuan DISKRIMINATIF pd seluruh lembaga pemerintahan ataupun swasta. Saya tidak ingin rekan-rekan #psikolog terpaksa secara tidak langsung diminta untuk mendukung terlaksananya hal-hal DISKRIMINATIF. Harapan saya rekan-rekan #psikolog memberanikan diri menolak DISKRIMINASI vendor/user atau pihak manapun. Dan mengedukasi pengguna jasa."

Esti miliki bukti dokumen larangan berjilbab

Dwi Estiningsih, pemilik akun Twitter @estiningsihdwi yang mengunggah foto selebaran yang mengatakan pegawai BUMN tak boleh mengenakan jilbab syari mengatakan, dirinya memiliki bukti dokumen yang menuliskan larangan mengenakan jilbab bagi wanita. Dia juga sudah meminta pertimbangan bagi orang yang dianggapnya lebih tua.

"Saya sudah menulis kronologi beserta bukti dokumen. Berkas yang ada sy mintakan pertimbangan pada "orangtua" yang bisa saya percaya."

Usai mengunggah foto larangan berjilbab, Esti kerap diteror

Pemilik akun @estiningsihdwi, Dwi Estiningsih, pengunggah foto selebaran yang mengatakan pegawai BUMN tak boleh mengenakan jilbab syari mengaku kerap menerima teror. Teror yang didapat setelah foto tersebut menjadi viral diterima lewat telepon genggamnya.

Pernyataan tersebut diungkapkannya melalui Twitter pada Kamis (19/12) malam. Sejak mendapat teror tersebut, dia tidak mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenalnya.

"Masalah Telpon yg tdk sy angkat. Terlalu banyak nomer asing yg mengirim sms teror juga telpon ancaman. Nomer keluarga yg pasti sy angkat."

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.