LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini kronologi penusukan aktivis Jopi di Kemang versi teman

Sewaktu masuk Venue, Jopi dkk sudah melihat rombongan beberapa pria berperawakan tegap dan cepak.

2015-05-23 18:31:32
Aktivis tewas ditusuk
Advertisement

Aktivis lingkungan dari Sawit Watch, Jopi Peranginangin (39), tewas ditusuk orang tidak dikenal di Venue Bar and Lounge, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5) dini hari. Jenazah akan disemayamkan di kantor sekretariat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Adapun kronologis kejadian, rombongan Jopi yang terdiri 8 orang masuk ke Venue Bar and Lounge, Kemang pada pukul 03.30 WIB. Sewaktu masuk Venue, Jopi dkk sudah melihat rombongan beberapa pria berperawakan tegap dan cepak.

"Kata pihak keamanan sana bilang mereka lagi dinas di sana," kata Mina Setra, sahabat Jopi dan pegiat AMAN, Jakarta, Sabtu (23/5).

Advertisement

Pada pukul 04.00 WIB, Venue Kemang tutup dengan ditandai lampu terang. Selanjutnya semua keluar dari Venue. "Saat mau keluar pria-pria tegap itu bilang ke Amar (rekan Jopi) 'Finish, out out'. Gelagatnya mabuk banget. Dijawab Amar 'Oh iya bro kita juga mau keluar'," katanya.

Pria itu masih ngomong tidak jelas, sambil ngelihatin nantang. Lalu ada Jopi datang ke tempat Amar dan rekan-rekan AMAN. Pelaku berdiri sambil bilang, "Ada apa nih?".

Pelaku naik pitam, emosi mau mukul Jopi dengan menarik tangannya. Teman pelaku juga berusaha menarik pelaku, sementara teman berusaha menarik Jopi untuk keluar Venue.

Advertisement

Sempat terjadi keributan antara pelaku dan korban. Amar juga berusaha melepaskan cengkeraman. Akhirnya Jopi keluar dan Amar masih ikutin pelaku dan teman-temannya sambil minta mereka tenang.

Sambil ngedumel pelaku membuka tas selempang kecil, warna krem. Ternyata dia mengeluarkan pisau sambil teriak kalau dia ngaku tentara. "Saya ini tentara," kata dia menirukan ucapan pelaku.

Amar berusaha mendekati dan mengajak ngomong, pelaku emosi malah berusaha memukul. Pelaku fokus matanya ke Jopi terus.

Teman-teman meminta korban menjauh menuju mobil. Ternyata teman-temen pelaku malah mengejar Jopi termasuk juga ikut mengejar korban. Di parkiran, depan Habibie Center, Jopi kelihatan dipukulin. "Terdengar teriakan Jopi 'salah gua apa'," katanya.

Teman Jopi belum tahu kalau korban ditusuk. Teman Jopi masih berusaha angkat korban. Pas mau angkat, Mario baru tahu badannya basah yang ternyata darah.

"Jopi ditusuk di depan parkiran Habibie Center. Jopi sudah menunduk di bawah pohon. Jopi diangkat ke mobil oleh Mario. Mario yang membawa ke RSPP," ucapnya.

Pada pukul 04.30 WIB masuk RSPP langsung ke IGD. Dokter menjelaskan keadaan kritis karena luka tusuk kena paru-paru, diindikasikan ada pendarahan massif, ada luka di paru, hemoglobin baik, acid tinggi, sel darah putih turun, infeksi bakteri dari bayonet/ sangkur.

Dokter menyarankan masuk ke ICU. Dokter menanyakan soal uang muka Rp 25 juta - Rp 30 juta, sementara operasi diperkirakan sekitar 42 juta. Beberapa kawan berusaha mencari uang. Tapi pas cari uang dikabari kalau keadaan Jopi memburuk.

Pada pukul 05.00 WIB terhubung dengan Paman Jopi di Medan. Pada pukul 05.55 WIB CPR sudah dilakukan sebagai pertolongan terakhir untuk menyadarkan korban namun tidak berhasil. Dan sekitar jam 06.00 WIB dinyatakan meninggal.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.