LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini kata Kapolri soal WNI serang rombongan Raja Salman di Malaysia

Ini kata Kapolri soal WNI serang rombongan Raja Salman di Malaysia. Menurut Tito, koneksi antara para pelaku di Indonesia dan Malaysia sudah lama terjalin. Tito mengatakan hal terjadi sejak zaman kelompok jamaah Al-Islamiyah muncul.

2017-03-08 15:30:25
Ekstremis ISIS
Advertisement

Kepolisian Malaysia berhasil menggagalkan rencana aksi teror simpatisan ISIS yang akan menyerang rombongan Kerajaan Arab Saudi saat berkunjung ke Malaysia pekan lalu. Tujuh orang berhasil dibekuk, salah satunya merupakan warga negara Indonesia (WNI) berinisial AA.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian ikut angkat bicara terkait keterlibatan satu orang WNI dalam rencana aksi penyerangan tersebut. Tito menyebut bahwa WNI yang terlibat dalam rencana aksi penyerangan tersebut memiliki koneksi dengan kelompok yang ada di Malaysia.

"Kan ada informasi ada rencana. Itu kan sudah muncul di media bahwa dia bergabung dengan kelompok yang disana. Dan koneksi antara kelompok-kelompok Indonesia dengan kelompok yang ada di Malaysia itu sudah biasa," ujar Tito kepada wartawan sesuai memberikan kuliah umum di ITB, Rabu (8/3).

Menurut Tito, koneksi antara para pelaku di Indonesia dan Malaysia sudah lama terjalin. Tito mengatakan hal terjadi sejak zaman kelompok jamaah Al-Islamiyah muncul.

"Sudah lama sekali, dulu juga saat jamaaah Al Islamiyah, itu juga jaman DI/TII pun saat mereka ditekan disini larinya ke Serawak. Pada saat zamannya jamaah Al Islamiyah larinya juga ke Malaysia. Pelaku dari Malaysia juga ada yang lari ke sini seperti Azhari, Noordin M Top. Jadi hubungan ini bukan jadi jaringan lokal indonesia lokal malaysia saja tapi lokal koneksi tingkat regional," katanya

Untuk itu kata Tito pihaknya terus membangun kerjasama internasional dan regional bersama negara-negera lain, termasuk Malaysia. Menurut Tito salah satu kerjasama yang dibangun baru-baru ini yakni dalam pertemuan IORA (Indian Ocean Rim Association), dimana salah satu yang disepakati adalah memerangi dan menangani bersama terorisme dan radikalisme.

"Kita memiliki LO (Liaison Officer) yang memang berhubungan dan hubungan kerja sama antara anti teror dengan anti teror Indonesia densus itu sangat baik sekali. Setiap ada masalah kita langsung kontak. Kita juga berapa kali kasih informasi. Kita juga banyak terima informasi," pungkasnya.

Baca juga:
Diduga akan lancarkan teror, WNI ditangkap kepolisian Malaysia
WNI ditangkap diduga berkomplot ingin serang keluarga kerajaan Saudi
Kemlu tak tahu ada WNI mau serang rombongan Raja Salman di Malaysia
Ini peran WNI simpatisan ISIS buat serang rombongan Raja Salman

Advertisement
(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.