Ini kalimat terakhir Nanang Masoem sebelum meninggal
Nanang memang memiliki riwayat penyakit jantung semasa hidupnya, sehingga kematiannya diduga akibat penyakitnya kumat.
'Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu. Salam dua jari' kalimat itu dengan lantang terucap sebelum azal menjemput KH Nanang Iskandar Masoem. Pimpinan perusahaan Al-Masoem grup itu kemudian menepi dari mimbar dan duduk di samping capres Jokowi pada Rabu (2/7) malam pukul 21.40 WIB.
Nanang kemudian ambruk kepangkuan Jokowi yang ada di sebelahnya. Ribuan orang yang memadati Ponpes Al- Masoem di Jatinangor, Kabupaten Sumedang dibuat panik.
"Setelah mengucapkan assalamualaikum dan mengacungkan dua jari Bapak jatuh kepangkuan Jokowi," kata Direktur Pendidikan Tinggi Al-Masoem Asep Sujana kepada merdeka.com, Kamis (3/7).
Nanang di pangkuan capres dari PDI Perjuangan tersebut belum meninggal. Dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Al Islam Bandung. "Jadi pas di pangkuan itu sebenarnya masih pingsan, kemudian pas di jalan baru meninggal," ungkapnya.
Nanang memang memiliki riwayat penyakit jantung semasa hidupnya. Sehingga dia menduga, penyakitnya itu kumat ketika sedang memberikan dakwah. "Memang ada penyakit jantung semasa hidupnya," jelasnya.
Ribuan orang mengantarkan mendiang ke tempat peristirahatan terakhir di kawasan Rancaekek Kabupaten Bandung, Kamis (3/7). Isak tangis pecah ketika Nanang dimasukan ke dalam liang lahat. Jokowi dan cawapresnya Jusuf Kalla di sela kesibukan berkampanye menyempatkan untuk melayat Nanang.
Nanang meninggal dalam umur ke-66 tahun. Dirut PT Al-Ma'soem itu meninggalkan istri dan lima orang anak. Al-Masoem grup sendiri merupakan perusahaan yang cukup besar di antaranya bergerak di bidang SPBU, Air Mineral, pendidikan formal bahkan pesantren.
Semasa hidup Nanang dikenal aktif karena masuk dalam beberapa kepengurusan seperti Kadin Jabar, Dewan Penasihat Pramuka bahkan Dewan Pakar ICMI.
(mdk/hhw)