LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini isi kotak ATM dapur milik pengikut padepokan Taat Pribadi

Ini isi kotak ATM dapur milik pengikut padepokan Taat Pribadi. Dua kotak kayu yang dibawa Ida, pengikut Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng yang berlokasi di Jalan Ir Sutami, Samarinda, sempat bikin penasaran wartawan. Kotak yang diyakini bisa menjadikan uang berlipat ganda itu, membuat Ida tersadar bahwa dia tertipu.

2016-10-08 23:38:00
Penipuan Taat Pribadi
Advertisement

Dua kotak kayu yang dibawa Ida, pengikut Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Ta'lim Daarul Ukhuwah yang berlokasi di Jalan Ir Sutami, Samarinda, sempat bikin penasaran wartawan. Kotak yang diyakini bisa menjadikan uang berlipat ganda itu, membuat Ida tersadar bahwa dia tertipu.

Kedua kotak itu, didapat Ida dari padepokan, setelah membayar mahar Rp 5 juta per kotaknya, sejak dia menjadi pengikut sejak 2013 lalu. Namun uang sebagai mahar yang dijanjikan akan berlipat ganda, tidak kunjung dia dapatkan. Ida jengah dan dibuat gigit jari.

Kedua kotak itu pun dibuka, di sela laporan Ida ke Polresta Samarinda, sekira pukul 14.00 WITA siang tadi. Namun isi kotak yang disebut padepokan Dimas Kanjeng sebagai ATM Dapur itu mencengangkan.

Ada 2 kaset Compact Disc (CD) bergambar sampul Dimas Kanjeng bertuliskan 'Padepokan Menjawab Kun Fayakun', tiap bungkus CD berisikan uang Rp 10.000 dan secarik kertas bertuliskan huruf arab. Selain itu, juga ditemukan minyak dalam botol kecil berwarna kuning keemasan dan hijau muda.

"Tiap pertemuan pengajian tiap Selasa malam Rabu bayar uang, selama setahun sejak 2013. Juga ada bayar tiap minggu ke rekening sebagai uang dapur. Jadi totalnya sekitar Rp 23 juta," kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda, Iptu Hardi, kepada wartawan, Sabtu (8/10).

Tidak hanya itu, di dalam kotak 'ATM dapur', juga terdapat gelang berwarna putih, sebagai penanda pemiliknya merupakan pengikut padepokan Dimas Kanjeng.

"Seperti kita lihat, ada gelang tanda anggota untuk penanda masuk padepokan," ujar Hardi.

"Jadi kotak yang berisi macam-macam itu, dibawa pulang, dijanjikan dalam setiap pengajian tiap malam Rabu, uang mahar Rp 5 juta akan bertambah dengan sendirinya," tambah Hardi.

Diketahui, salah seorang pengikut padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda, Ida melapor ke kepolisian siang tadi, ditemani dengan seorang kerabatnya. Dua kotak kayu yang dia dapatkan dari padepokan dengan mahar Rp 5 juta per kotak, dia bawa ke kepolisian sebagai bukti keikutsertaan dia di YPDK Majelis Ta'lim Daarul Ukhuwah di Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang, Samarinda.

Ida merasa tertipu setelah menyetor total uang Rp 23,5 juta ke padepokan.

Baca juga:
Uang triliunan Taat raib, DPR pertanyakan kinerja Polda Jatim
Pengikut padepokan Taat Pribadi di Samarinda ditipu Rp 23,5 juta
Pengikut Dimas Kanjeng ada juga ustaz dari Bandung
Puluhan pengikut Dimas Kanjeng dari Jabar bertahan di Padepokan
Polisi diminta usut tuntas penipuan penggandaan uang Taat Pribadi

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.