Ini fungsi Interpol hasil sidang internasional
Ini fungsi Interpol hasil sidang internasional. Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan ada empat fungsi Interpol dalam sidang ini. Pertama, sebagai wadah komunikasi polisi secara global untuk bertukar informasi dengan cepat dan mudah.
167 Negara peserta sidang umum Interpol masih melangsungkan sidang pleno di Nusa Dua, Bali. Sejumlah misi internasional dan kerja sama antara Interpol dengan Polri menjadi poin penting yang dibahas oleh semua delegasi.
Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan ada empat fungsi Interpol dalam sidang ini. Pertama, sebagai wadah komunikasi polisi secara global untuk bertukar informasi dengan cepat dan mudah.
"Hal ini membuat otoritas Kepolisian memiliki cara yang efektif dan efisien untuk berbagi dan mengakses informasi secara cepat dan akurat. Layanan komunikasi tersedia 24 jam tidak terputus," kata Martinus di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa (8/11).
Kedua, menyediakan layanan data operasional dan database kepolisian. Artinya, memperbarui basis data yang diakses dan digunakan otoritas kepolisian dan instansi penegak hukum terkait.
Di mana, kata dia, basis data tersebut berisi berbagai informasi termasuk data buronan internasional (DPO), data pelaku kejahatan internasional, data dokumen perjalanan yang dicuri atau hilang, data kendaraan yang dicuri, data benda seni atau benda berharga yang dicuri, data kapal yang dicuri, data terorisme, data sidik jari, termasuk data DNA.
"Sistem Interpol menyediakan perangkat pelayanan data operasional dan basis data Kepolisian yang mencakup e-ASF (electronic automatic search facility), I- Batch, MIND/FIND (Mobile/Fixed Interpol Network Database), I-Checkit dan lainnya," ujarnya.
Kemudian, dikatakan mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini Interpol juga menyediakan layanan dukungan operasional kepolisian. Di antaranya, operasi penanggulangan terorisme dalam hal ini operasi infra red, operasi hawk.
Lalu, operasi terorisme dan kejahatan Internasional meliputi operasi Sunbird, operasi red lotus. Selanjutnya, operasi penanggulangan perdagangan manusia dengan operasi STOP, operasi BIS, dan project Chilhood.
"Operasi penanggulangan obat-obatan ilegal dengan operasi Pangea, operasi Opson, operasi Storm. Operasi penanggulangan narkoba dengan operasi Lion Fish," ucap dia.
Terakhir, kata Martinus, Interpol juga melakukan pengembangan kapasitas dan pelatihan. Sehingga, Interpol membantu negara-negara anggota untuk membangun dan meningkatkan kemampuan dalam tindakan kepolisian dan penegakan hukum.
Dengan tujuan, memperkuat dan mendidik lembaga penegak hukum atas isu-isu tertentu. Program ini mencakup pelatihan dan penanganan kejahatan transnasional, pelatihan dan pengembangan teknologi investigasi, dan pelatihan dan pengembangan personel NCB.
"Prioritas penanganan kejahatan oleh Interpol diantaranya, Obat terlarang dan kejahatan terorganisir, keamanan masyarakat dan terorisme. Selanjutnya, kejahatan teknologi tinggi, cyber crime dan keuangan, perdagangan manusia, buronan, korupsi, lingkungan hidup," pungkasnya.(mdk/eko)