LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini cara sederhana bisa bikin ekonomi desa berdenyut

Pemerintah harus ikut membantu terselenggaranya acara.

2015-11-05 14:34:03
Merdeka Bandung
Advertisement

Pemerintah diharapkan mendukung pagelaran atau festival yang diadakan dalam skala kampung atau lokal. Adanya pusat keramaian membuat uang mengalir ke daerah atau perkampungan.

Salah seorang pedagang “spesialis” keramaian kampung, Ayi Kurniawan, 35 tahun, mengatakan daya beli masyarakat di suatu kampung akan turut terdorong jika kampung tersebut sering menggelar acara rutin yang menarik orang banyak.

“Sebenarnya banyak kampung-kampung sini yang inisiatif menggelar acara, cuman biasanya kampung-kampung sering kekurangan dana. Makanya perlu dukungan dari pemerintah,” kata Ayi, salah seorang penjual Cimol, saat berbincang dengan Merdeka Bandung di sela perang tomat di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (5/11).

Ia menuturkan, tiap muharam atau hajatan di Lembang dan sekitarnya selalu ada acara warga, baik hajatan maupun acara kesenian. Ada warga yang menggelar kesenian wayang golek, jaipongan, hingga ritual kebudayaan perang tomat.

Dalam acara keramaian tersebut, sambung dia, banyak pedagang mendatangi pusat keramaian. Jalan-jalan kampung menjadi penuh dengan pedagang. “Biasanya pedagang untung dua kali lipat kalau ada acara,” kata ayah dua anak ini.

Ia menambahkan, sebenarnya inisiatif warga kampung dalam membuat suatu kegiatan cukup tinggi. Maka alangkah baiknya jika inisiatif tersebut didukung pemerintah.

Untuk menggelar suatu kegiatan sendiri, lanjut dia, perlu ada program dan dana. “Masalah dana inilah yang sering jadi kendala. Jadi kalau inisiatif warga didukung pemerintah bakal bagus, saya yakin kampung akan maju,” ujarnya.

Jika kampung maju, kata dia, para pedagang kecil akan kebagian dampaknya. Ayi sendiri kadang jualan pakai roda, kadang pakai mobil. Untuk jualan di pusat keramaian yang jalan kampungnya sempit, ia membawa roda dengan omzet sekitar Rp 70 ribu perroda.

“Kalau situasinya ramai omzetnya bisa dua kali lipat,” sebutnya.

Baca juga:
Luar biasa, bisnis Ocha sukses sebab mempekerjakan para tuna rungu
Atep ingin Persib tetap jadi klub profesional
Lakoca, cuankie instan asli Bandung
Separuh kejahatan di Bandung dipicu karena miras
Dahulu Bandung jadi sarang badak
Batal ke Bandung karena abu vulkanik, kiper Persib posting foto anak
Persib daftarkan 22 pemain untuk ikuti Piala Jenderal Sudirman

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.