Ini cara Ridwan Kamil tekan kriminalitas di Bandung
"Gagasan saya, mungkin ingin mengerahkan kembali personel Satpol PP untuk ikut bikin sistem patroli," kata Ridwan.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku prihatin atas insiden berdarah di Jembatan Layang Pasupati Bandung, yang menimpa anggota taruna TNI AU Andik Wahyu (21). Ogah peristiwa itu terulang, Emil biasa disapa memberikan solusi agar Pasupati yang merupakan ikon Bandung itu tidak tercoreng dengan aksi kriminalitas, umumnya Kota Bandung.
Emil menerangkan, akan lebih mengintensifkan unsur TNI dan Satpol PP untuk menjaga keamanan di Kota Kembang. Langkah ini dilakukan mengingat fungsi Polri yang belum maksimal.
"Gagasan saya, mungkin ingin mengerahkan kembali personel Satpol PP untuk ikut bikin sistem patroli. Ini untuk mengisi patroli kepolisian yang belum maksimal," kata Emil, usai melayat jenazah Andik di rumah duka, perumahan TNI AU, Jalan Suparmin, Bandung, Senin (23/12).
Dia menambahkan kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Pasupati memang masih minim. Upaya pembenahan kata dia tidak pernah berhenti dilakukan, hanya saja ulah orang tidak bertanggung jawab menyebabkan jembatan layang menjadi gelap.
"Sebenarnya gelapnya Bandung karena ada kriminal juga. Sekarang kami pasang dan dibenarkan, ternyata diputus lagi. Seperti ada mafia lampu," ungkapnya.
Tak mau Bandung menjadi gelap karena ulah tak bertanggung jawab Emil mengaku telah memiliki cara kreatif. "Kami sedang cari cara agar lampu tidak cepat rusak dengan menggunakan sistem kabel yang tidak mudah disabotase," tuturnya.
Pada 2014 mendatang, Pemkot Bandung akan menganggarkan Rp 5 miliar untuk sistem terintegrasi keamanan kota, seperti lampu dan CCTV yang akan diperbanyak di setiap perempatan jalanan kota.(mdk/did)