LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini alasan Rektor Brawijaya batalkan pemutaran film Senyap

Awalnya Bisri mengaku tidak mengetahui adanya rencana pemutaran film garapan sutradara Joshua Oppenheiner itu.

2014-12-11 17:08:10
The Act of Killing
Advertisement

Rektor Universitas Brawijaya Malang Prof Muhammad Bisri melarang pemutaran dan diskusi film dokumenter 'Senyap' atau 'The Look of Silence' di lingkungan kampusnya. Film yang rencananya diputar Rabu (10/12) malam dibatalkan karena tidak mengantongi izin.

"Demi menjaga ketenangan kampus dalam proses belajar-mengajar," kata Bisri melalui pesan pendek yang diterima merdeka.com, Kamis (11/12).

Awalnya Bisri mengaku tidak mengetahui adanya rencana pemutaran film garapan sutradara Joshua Oppenheiner. Karena memang tidak ada izin yang diajukan kepadanya selaku rektor.

Namun banyak pesan pendek dari tokoh masyarakat, ulama dan civitas akademika yang menanyakan kepada Bisri tentang pemutaran film tersebut. Mereka meminta agar pemutaran film berdurasi 98 menit yang berkisah tentang pembantaian PKI tahun 1965 itu dilarang. Atas masukan tersebut Bisri pun akhirnya memutuskan melarang pemutaran film tersebut.

Film kelanjutan dari Killing of Act itu rencana akan diputar oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang bekerja sama dengan Lembaga Bhinneka.

Bisri juga mengaku tidak akan memberikan sanksi pada mahasiswanya yang menggelar pemutaran film tersebut. Hal ini sekaligus membantah isu adanya ancaman intimidasi yang dilakukan pihak pihak kampus.

"Tak ada sanksi untuk mahasiswa. Semua harus sesuai pedoman akademik," kata Bisri.

Sementara itu tempat dari tujuh pemutaran film 'Senyap' atau 'The Look of Silence' di Malang Raya batal digelar. Dua lokasi dibatalkan sebelum kegiatan digelar, yakni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya dan Warung Unyil. Dua lokasi lain dibubarkan saat acara sudah digelar, yakni di Warung Kelir dan Universitas Ma Chung.

Di Warung Kelir nonton bareng dan diskusi dibubarkan oleh seorang pria bersorban setelah pemutaran sekitar 15 menit. Acara diskusi sempat berjalan sebelum kemudian dibubarkan oleh warga setempat.

Namun penonton di Universitas Ma Chung sedikit beruntung karena bisa menyaksikan film berdurasi 98 menit itu sampai selesai. Panitia diminta menghentikan acara, sehingga acara diskusi ditiadakan.

Baca juga:
Ini kronologi pembubaran film Senyap di Kota Malang
Suasana ketegangan saat pembubaran pemutaran film Senyap
Peringati Hari HAM sedunia, LBH Jakarta nobar film Senyap
Warga hentikan diskusi film Senyap, penonton diusir
Aparat diminta tak paranoid sebelum saksikan film Senyap
Acara nonton film Senyap di Malang dihentikan pria bersorban

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.