Ini alasan Kapolri cepat-cepat lantik Syafrudin jadi Wakapolri
Kapolri mengaku telah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi arus mudik yang terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan alasan cepatnya pergantian posisi Wakil Kepala Polri yang baru saja ditinggalkan Jenderal Pol Budi Gunawan. Penyebabnya adalah operasi persiapan untuk antisipasi arus balik pada Idul Adha.
Tito mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sehingga selang sehari setelah terjadi kekosongan segera dilantik penggantinya.
"Karena kekosongan ini ada operasi kita pengamanan arus mudik arus balik dan pengaman Idul Adha. Sehingga dengan harapan dilantik hari ini Pak Syafrudin bisa di running bergerak membantu saya," kata Kapolri di Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (10/9).
Seperti diketahui, Komjen Pol Syafruddin telah dilantik sebagai Wakil Kepala Polri. Mantan Kepala Lembaga Pendidikan Polri ini menggantikan Jenderal Budi Gunawan yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
"Pertimbangan-pertimbangan saya, beliau semua bintang 3 miliki kapasitas yang baik. Tapi saya melihat Pak Syafrudin memiliki kompetensi yang cukup. Beliau pengalaman sebagai Kapolda, Wakapolda, pernah di Kadiv Propam, pendidikan cukup lama," terang mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Tito langsung memimpin serah terima jabatan di Rupatama, Mabes Polri. Bertindak sebagai inspektur upacara, dia membacakan sumpah jabatan yang diikuti Syafrudin di hadapan tamu yang hadir.
"Akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang1945. Saya akan menaati segala perundang-undangan, melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan oleh saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab," ujar Syafruddin.
Mudik Idul Adha
Kapolri mengaku telah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi arus mudik yang terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha. Harapannya tidak terjadi kemacetan panjang seperti saat menjelang Idul Fitri.
Tito mengatakan, salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Pintu Keluar Tol Brebes atau lebih dikenal dengan Brexit. Di mana sempat ada korban jiwa karena macet di sana.
"Kita sudah gelar rapat sudah hampir dua tiga kali rapat yang melibatkan Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, BMKG, Badan Penanganan Bencana Nasional, Kesehatan, Pertamina dan semua sudah dikomunikasikan," katanya.
Salah satu yang menjadi pembahasan adalah evaluasi kemacetan yang terjadi di Brexit. Namun berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya belum ada antre panjang, walaupun sempat mengalami kepadatan.
"Laporan terakhir hingga subuh tadi memang padat tapi tidak terjadi lonjakan seperti Idul Fitri dan tidak terjadi peristiwa insiden yang kurang mengenakkan pada saat Idul Adha hingga pagi ini," tutup Tito.
Baca juga:
Komjen Syafruddin resmi gantikan Budi Gunawan sebagai Wakapolri
Pelantikan Komjen Syafruddin sebagai Wakapolri
Ini alasan Kapolri Tito pilih Komjen Syafruddin jadi wakilnya